Stadion Manahan bakal berubah jadi medan uji nyali, Jumat (13/2) nanti. Pukul 15.30 WIB, Persis Solo siap menyambut kedatangan Madura United di pekan ke-21 Super League. Bagi kedua kubu, ini jelas lebih dari sekadar perburuan angka. Ini soal harga diri.
Kondisi Persis lagi gak bagus-bagus amat. Tiga laga terakhir cuma menghasilkan satu poin, dari dua kekalahan dan satu seri. Tapi, posisi Madura United bahkan lebih pelik. Catatan mereka dalam lima pertandingan terakhir sungguh suram: empat kali tumbang dan sekali imbang.
Singkatnya, kedua tim sama-sama terjepit. Sama-sama haus kemenangan. Momentum kebangkitan adalah sesuatu yang mutlak dibutuhkan.
Di sisi lain, sorotan utama pertandingan ini kemungkinan besar akan tertuju pada benteng pertahanan. Persis kini punya andalan baru: Luka Dumancic. Bek berusia 27 tahun itu langsung dicemplungkan ke starting eleven dalam dua laga berat melawan Persib Bandung dan PSIM Yogyakarta.
Memang, hasilnya belum maksimal. Tapi kontribusi pemain asing itu terasa. Saat melawan PSIM, statistik mencatat ia melakukan delapan sapuan bersih, tiga blok, dan tiga intersep. Ketika berhadapan dengan Persib, Dumancic kembali tampil solid dengan lima sapuan dan lima intersep.
Gaya mainnya tenang, lugas. Disiplin dalam membaca pergerakan lawan. Ia membawa karakter yang selama ini lekat dengan tim-tim bermental baja macam Persib atau Persebaya tangguh di bawah tekanan dan jarang panik.
Tapi sepak bola bukan cuma urusan bertahan.
Kubu tamu punya senjata serupa. Jorge Mendonca, bek asal Brasil berusia 30 tahun, sudah tampil 16 kali dan menyumbang dua gol musim ini. Bahkan dalam kekalahan dari Persijap Jepara, Mendonca adalah sosok paling stabil di lini belakang Madura. Ia mencatat delapan sapuan, empat intersep, dan dua tekel sukses. Yang menarik, saat timnya harus bermain dengan sepuluh pemain setelah kartu merah Lulinha di menit 90 2, pertahanan mereka cuma kebobolan satu gol. Itu berkat organisasi yang cukup rapat.
Artinya, laga ini kemungkinan besar akan ditentukan oleh kesabaran dan ketajaman. Siapa yang lebih kalem dan siapa yang lebih jeli memanfaatkan peluang.
Persis jelas punya modal utama: dukungan suporter di kandang sendiri. Manahan selalu punya energi magisnya tersendiri. Namun, energi saja tidak akan cukup.
Kalau benar-benar ingin menunjukkan "DNA mental juara" seperti yang sempat mereka pamerkan saat mengganggu tim-tim papan atas, Laskar Sambernyawa harus lebih ganas di area penalti lawan. Transisi dari bertahan ke menyerang juga perlu lebih rapi dan disiplin.
Madura datang dalam keadaan terdesak. Itu bisa jadi celah emas. Tapi hati-hati, tekanan semacam itu justru sering memicu perlawanan yang lebih gigih.
Pertandingan Jumat sore nanti ibarat cermin. Siapa, sebenarnya, yang lebih siap untuk bangkit?
Akankah Dumancic kembali menjadi tembok yang tak tergoyahkan? Atau justru Mendonca yang akan membuat lini depan Persis frustrasi sepanjang laga?
Satu hal yang pasti: ruang untuk gagal lagi bagi Persis Solo sudah sangat sempit.
Artikel Terkait
Persib Dibantai Ratchaburi 0-3, Kesiapan Asia Dipertanyakan
David Seaman Kritik Selebrasi Berlebihan Kiper Modern, Soroti Donnarumma
Leeds United Incar Bek Manchester United Tyrell Malacia yang Bebas Transfer
Liverpool Terancam Krisis Bek Kanan Usai Endo Cedera Serius