MURIANETWORK.COM - Pelatih Napoli, Antonio Conte, menghadapi ancaman sanksi disipliner dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) usai diduga melontarkan kata-kata penghinaan terhadap wasit Gianluca Manganiello. Insiden ini terjadi dalam laga Coppa Italia 2025-2026 melawan Como, Rabu (11/2/2026) dini hari WIB, dan kini tengah dalam proses investigasi.
Insiden di Pinggir Lapangan
Ketegangan memuncak saat Conte memprotes sebuah keputusan wasit. Pelatih asal Italia itu mendesak agar wasit utama meninjau kembali insiden yang berpotensi menghasilkan kartu merah untuk bek Como, Jacobo Ramon. Dalam desakannya, Conte terlihat sangat emosional di area teknis.
Rekaman eksklusif dari pemegang hak siar, Sport Mediaset, kemudian mengungkap detail yang lebih gamblang. Audio dari tepi lapangan menangkap Conte menyebut wasit dengan kata kasar "d"head" saat mendorong penggunaan VAR.
Meski kata-kata tersebut konon tidak terdengar langsung oleh perangkat pertandingan di lapangan, bukti rekaman video dan audio itu telah memicu sorotan luas. "Ucapan itu muncul saat dia mendesak penggunaan VAR melalui monitor tepi lapangan," jelas laporan yang mengutip tayangan tersebut.
Proses Hukum Dimulai
Menanggapi insiden yang viral itu, aparat disipliner FIGC pun mulai bergerak. Jaksa FIGC, Giuseppe Chine, dikabarkan sedang mengumpulkan dan memeriksa semua bukti yang relevan, termasuk gambar dan rekaman audio. Langkah ini merupakan prosedur standar sebelum kemungkinan dibukanya proses disipliner resmi.
Hingga berita ini ditulis, Antonio Conte sendiri belum mengeluarkan pernyataan klarifikasi atau permintaan maaf secara publik. Keheningannya justru membuat proses hukum yang dijalankan FIGC terasa semakin serius dan berpotensi berujung pada tindakan tegas.
Risiko Sanksi yang Dihadapi Conte
Berdasarkan regulasi disipliner FIGC yang ketat terkait etika terhadap ofisial pertandingan, Conte berisiko menerima hukuman jika terbukti bersalah. Sanksi yang paling mungkin adalah larangan mendampingi tim di satu pertandingan mendatang. Selain itu, opsi penyelesaian melalui kesepakatan damai dengan membayar denda tertentu juga terbuka.
Ancaman sanksi ini datang di momen yang kurang tepat bagi Napoli, yang tengah menjalani jadwal kompetisi yang padat. Kehilangan sosok pemimpin di bangku cadangan, meski hanya untuk satu laga, berpotensi mengganggu stabilitas dan strategi tim di lapangan.
Keputusan akhir sepenuhnya bergantung pada hasil penyelidikan yang sedang berlangsung. FIGC dikenal memiliki komitmen kuat dalam menjaga martabat wasit, sehingga setiap pelanggaran yang terbukti biasanya akan dibalas dengan konsekuensi yang sesuai. Nasib Conte kini berada di tangan proses hukum yang sedang berjalan.
Artikel Terkait
Ester Wardoyo Kembali dari Cedera, Tim Bulutangkis Putri Raih Perunggu BATC 2026
Pedrosa Soroti Langkah Strategis Ducati di Pasar Pembalap MotoGP 2027
Persib Dibantai Ratchaburi 3-0, Misi ke Babak Selanjutnya ACL Two Hampir Mustahil
Barcelona Tanpa Rashford Hadapi Atletico di Semifinal Copa del Rey