Dini hari nanti, Liverpool bakal bertandang ke Stadion of Light. Lawannya? Sunderland. Laga pekan ke-26 Premier League ini diramalkan bakal super sulit. The Reds harus benar-benar waspada.
Bayangkan saja, dua bulan lalu di Anfield, mereka cuma bisa bermain imbang 1-1. Posisi di klasemen juga cukup ketat. Itu cuma gambaran awal. Yang bikin lebih berat adalah rekor kandang tuan rumah, yang menurut saya, luar biasa banget.
Di bawah asuhan Regis Le Bris, Sunderland sudah mengumpulkan 72,2% poin mereka musim ini di depan pendukung sendiri. Angkanya nyaris gila. Dari 26 poin kandang yang mereka raih, cuma tiga tim yang lebih baik: Arsenal, kedua klub Manchester. Itu saja.
Dan ini yang paling mencengangkan: mereka satu-satunya tim promosi yang belum kalah di kandang sendiri sepanjang musim. Dua belas laga tak terkalahkan! Rekor seperti ini nggak pernah terjadi lagi sejak akhir tahun 70-an. Jadi, jangan remehkan atmosfer di Sunderland nanti.
Memang, mereka baru saja dibekuk Arsenal 3-0 di Emirates. Tapi, jangan kira semangatnya pupus. Malah, pesan optimis justru disebar ke para suporter.
“Sekarang fokus kami ke pertandingan Rabu malam atau Kamis dini hari ini. Kami yakin bisa bangkit. Sudah sering kami buktikan sepanjang musim, dan kami akan siap,” ujar Dan Ballard, bek tengah andalan mereka.
Pelatih Le Bris juga tak mau banyak berkelit. Ia menegaskan, performa harus segera dibenahi.
“Kita harus bangun lagi kekuatan dalam permainan. Analisis semua hal, lalu perbaiki. Titik,” tegasnya.
Lalu, bagaimana dengan Liverpool? Situasi mereka sedang nggak enak. Setelah kalah dramatis dari Manchester City dan tercecer di peringkat enam, tiga poin di Sunderland ini jadi keharusan. Nggak ada pilihan lain.
Ryan Gravenberch, gelandang mereka, mencoba tetap percaya diri.
“Saya percaya. Posisi kita memang sulit, tapi saya nggak terlalu khawatir. Saya tahu kualitas skuad ini. Tapi ya, kita lihat saja nanti. Yang penting, terus berjuang,” katanya.
Secara historis, Liverpool punya catatan bagus: enam menang dan lima seri dalam 11 pertemuan terakhir. Itu mungkin bisa jadi penyemangat buat anak-anak asuh Arne Slot.
Namun begitu, ada masalah kronis yang harus dibenahi: kebiasaan kehilangan poin di menit-menit akhir. Selain itu, Slot dipaksa berkreasi karena harus kehilangan Dominik Szoboszlai, yang dapat kartu merah melawan City.
Szoboszlai akan absen, begitu pula beberapa nama lain seperti Isak dan Gomez. Keputusan penggantinya jadi teka-teki.
“Saya yang harus putuskan. Kita lihat nanti pilihannya. Dom lagi bagus-bagusnya main, sayang sekali dia nggak bisa turun,” ujar Slot, terdengar sedikit kesal.
Di luar soal pengganti Szoboszlai, Slot kemungkinan besar nggak akan banyak utak-atik formasi. Hugo Ekitike tetap akan jadi ujung tombak, didukung trio maut Salah, Wirtz, dan Gakpo.
Sementara di kubu Sunderland, mereka juga kehilangan Granit Xhaka dan pendatang baru Jocelin Ta Bi karena cedera pergelangan kaki. Kabarnya, Noah Sadiki dan Habib Diarra akan mengisi lini tengah.
Prakiraan susunan pemainnya kira-kira begini:
Sunderland (4-2-3-1): Roefs; Mukiele, Ballard, Alderete, Reinildo; Sadiki, Diarra; Hume, Le Fee, Talbi; Brobbey.
Liverpool (4-2-3-1): Alisson; Jones, Konate, Van Dijk, Robertson; Gravenberch, Mac Allister; Salah, Wirtz, Gakpo; Ekitike.
Artikel Terkait
Oxford United Terperosok ke Dasar Klasemen Usai Dibantai Norwich 0-3
Carrick Akui Performa Buruk MU Saat Rekor Kemenangan Sempurnanya Terhenti
Chelsea dan MU Tersendat, Perburuan Empat Besar Premier League Makin Sengit
Como 1907 Tembus Semifinal Coppa Italia Usai Singkirkan Napoli Lewat Drama Adu Penalti