MURIANETWORK.COM - Masa depan Marcus Rashford di Barcelona akan sangat dipengaruhi oleh hasil pemilihan presiden klub yang digelar bulan depan. Menurut laporan media, kandidat petahana Joan Laporta menjadikan pembelian permanen penyerang Manchester United itu, yang saat ini statusnya masih dipinjam, sebagai salah satu janji kampanyenya. Situasi ini menciptakan ketidakpastian bagi sang pemain Inggris, sementara klub asalnya di Manchester dikabarkan telah menyiapkan opsi pengganti.
Kepastian Bergantung Pesta Demokrasi Katalan
Jalan karier Marcus Rashford di Camp Nou tampaknya tak bisa lepas dari dinamika politik internal Barcelona. Joan Laporta, yang berusaha mempertahankan kursinya, disebut-sebut memasukkan akuisisi Rashford senilai sekitar £26 juta sebagai bagian dari visi sportifnya untuk menarik dukungan. Artinya, nasib sang penyerang tidak lagi semata-mata soal performa di lapangan, melainkan juga tentang suara yang dikumpulkan dalam bilik suara.
Di sisi lain, keinginan Rashford untuk menetap di Catalunya sudah bukan rahasia. Dukungan juga datang dari pelatih Hansi Flick, yang secara terbuka mengisyaratkan keinginannya untuk mempertahankan sang pemain.
"Sang pemain harus meninggalkan Old Trafford setelah berseteru dengan pelatih Ruben Amorim," ungkap laporan tersebut, mengingatkan pada konflik yang memicu kepergiannya dari Manchester.
Artikel Terkait
Fu Haifeng, Legenda Bulutangkis China, Ternyata Berdarah Indonesia
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan