MURIANETWORK.COM - Masa depan Marcus Rashford di Barcelona akan sangat dipengaruhi oleh hasil pemilihan presiden klub yang digelar bulan depan. Menurut laporan media, kandidat petahana Joan Laporta menjadikan pembelian permanen penyerang Manchester United itu, yang saat ini statusnya masih dipinjam, sebagai salah satu janji kampanyenya. Situasi ini menciptakan ketidakpastian bagi sang pemain Inggris, sementara klub asalnya di Manchester dikabarkan telah menyiapkan opsi pengganti.
Kepastian Bergantung Pesta Demokrasi Katalan
Jalan karier Marcus Rashford di Camp Nou tampaknya tak bisa lepas dari dinamika politik internal Barcelona. Joan Laporta, yang berusaha mempertahankan kursinya, disebut-sebut memasukkan akuisisi Rashford senilai sekitar £26 juta sebagai bagian dari visi sportifnya untuk menarik dukungan. Artinya, nasib sang penyerang tidak lagi semata-mata soal performa di lapangan, melainkan juga tentang suara yang dikumpulkan dalam bilik suara.
Di sisi lain, keinginan Rashford untuk menetap di Catalunya sudah bukan rahasia. Dukungan juga datang dari pelatih Hansi Flick, yang secara terbuka mengisyaratkan keinginannya untuk mempertahankan sang pemain.
"Sang pemain harus meninggalkan Old Trafford setelah berseteru dengan pelatih Ruben Amorim," ungkap laporan tersebut, mengingatkan pada konflik yang memicu kepergiannya dari Manchester.
Manchester United Siapkan Skenario Cadangan
Sementara drama politik Barcelona berlangsung, Manchester United tampaknya tidak hanya berdiam diri. Manajemen Setan Merah dikabarkan telah mengantisipasi kemungkinan kehilangan Rashford secara permanen dengan menyiapkan target pengganti. Nama yang mencuat adalah Iliman Ndiaye, penyerang berusia 25 tahun asal Senegal yang kini membela Everton.
Namun, ada pula angin penyeimbang dari dalam klub sendiri. Michael Carrick, yang saat ini memegang kendali sebagai pelatih sementara, dilaporkan memiliki pandangan berbeda. Jika statusnya kelak dijadikan permanen, Carrick dikabarkan justru menginginkan Rashford kembali berkostum merah dan berkontribusi di Old Trafford.
Dengan demikian, Rashford terjebak dalam tiga titik tarik-menarik: ambisi politik Laporta di Barcelona, rencana jangka panjang Manchester United, dan visi potensial dari pelatih yang mengenalnya dengan baik. Beberapa pekan ke depan, baik di meja pemilihan maupun meja negosiasi, akan menentukan di mana masa depannya benar-benar akan ditorehkan.
Artikel Terkait
Manchester United Incar Sandro Tonali, Harga Diprediksi Capai £100 Juta
Ardy B. Wiranata, Legenda Bulutangkis Indonesia, Kini Berkarya sebagai Pelatih di Kanada
Rumor Pergantian Pelatih Hangatkan Pasar Klub Eropa, PSG hingga Liverpool dalam Sorotan
Jack Grealish Dipastikan Absen Hingga Akhir Musim Usai Jalani Operasi Cedera