Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa ia tidak menutup kemungkinan untuk mengirim pasukan militer AS ke Venezuela. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara, yang disertai dengan penguatan aset militer Amerika di kawasan Karibia.
Trump mengungkapkan hal tersebut saat menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih. Ia menegaskan bahwa semua opsi, termasuk intervensi militer, masih terbuka. "Saya tidak mengesampingkan kemungkinan itu. Saya tidak mengesampingkan kemungkinan apa pun," tegas Trump.
Selain itu, Trump juga menyebutkan kemungkinan untuk berkomunikasi langsung dengan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun opsi militer dipertimbangkan, jalur diplomasi juga masih terbuka.
Eskalasi militer AS di kawasan Karibia semakin nyata dengan kedatangan kapal induk USS Gerald R Ford, kapal induk terbesar di dunia, ke perairan dekat Venezuela. Pemerintah AS menyatakan bahwa hal ini merupakan bagian dari operasi pemberantasan perdagangan narkotika.
Trump juga mengaitkan situasi di Venezuela dengan masalah imigrasi di perbatasan AS. Ia menuduh Venezuela mengirimkan ratusan ribu orang, termasuk narapidana, ke Amerika Serikat. Meski demikian, ia mengklaim bahwa saat ini perbatasan AS telah diperketat.
Artikel Terkait
Dadok Tunggul Hitam Terendam, Ratusan Warga Dievakuasi di Tengah Hujan Tak Henti
Pigai Ingatkan Influencer: Kritik Bencana Jangan Berujung Teror
Serangan Udara Tewaskan Tujuh Orang di Kamp Separatis Yaman
Anggota DPR Soroti Lambatnya Pembangunan Huntap Pasca-Bencana di Aceh dan Sumatera