Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa ia tidak menutup kemungkinan untuk mengirim pasukan militer AS ke Venezuela. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara, yang disertai dengan penguatan aset militer Amerika di kawasan Karibia.
Trump mengungkapkan hal tersebut saat menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih. Ia menegaskan bahwa semua opsi, termasuk intervensi militer, masih terbuka. "Saya tidak mengesampingkan kemungkinan itu. Saya tidak mengesampingkan kemungkinan apa pun," tegas Trump.
Selain itu, Trump juga menyebutkan kemungkinan untuk berkomunikasi langsung dengan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun opsi militer dipertimbangkan, jalur diplomasi juga masih terbuka.
Eskalasi militer AS di kawasan Karibia semakin nyata dengan kedatangan kapal induk USS Gerald R Ford, kapal induk terbesar di dunia, ke perairan dekat Venezuela. Pemerintah AS menyatakan bahwa hal ini merupakan bagian dari operasi pemberantasan perdagangan narkotika.
Trump juga mengaitkan situasi di Venezuela dengan masalah imigrasi di perbatasan AS. Ia menuduh Venezuela mengirimkan ratusan ribu orang, termasuk narapidana, ke Amerika Serikat. Meski demikian, ia mengklaim bahwa saat ini perbatasan AS telah diperketat.
Artikel Terkait
PDIP Bentuk Tim Khusus Evaluasi UU Pemilu dan Siapkan Strategi Hadapi Pemilu 2029
Iran Beri Rusia dan China Perlakuan Khusus di Selat Hormuz
Waisak 2026 Jatuh pada 31 Mei, Pemerintah Angkat Tema Perdamaian Lewat Dharma
Drone Ukraina Serang Kapal Tanker dan Depot Minyak di Rusia Selatan, Dua Orang Terluka