Di liga panjang, juara seringkali bukan yang paling gemilang. Tapi yang paling jarang tumbang.
Itulah realitas yang sedang terjadi di Super League musim ini. Dan kalau kita lihat statistiknya, ada dua tim yang benar-benar punya mental baja: Persebaya Surabaya dan Persib Bandung. Persija Jakarta? Rasanya belum sampai di sana.
Kekalahan 0-2 dari Arema FC di SUGBK Minggu lalu jadi buktinya. Dua gol Gabriel Silva di menit-menit akhir bukan cuma soal angka. Itu menunjukkan Persija masih mudah goyah saat tekanan datang. Mereka kini tertahan di peringkat tiga, selisih lima poin dari Borneo FC dan enam dari Persib di puncak.
Secara matematis, jarak itu masih mungkin dikejar. Tapi secara mental, beban itu mulai terasa.
Persebaya dan Persib punya pola yang beda. Mereka berjalan senyap, tapi konsisten. Hingga pekan ke-20, kedua tim ini cuma kalah tiga kali. Sementara Persija sudah lima kali tumbang, Borneo empat. Di liga yang melelahkan, selisih satu-dua kekalahan itu bisa jadi penentu nasib.
Persebaya: Tim yang Dibangun dari Sistem
Grafik positif Persebaya nggak datang tiba-tiba. Sejak Bernardo Tavares memegang kendali, evolusi tim ini terlihat perlahan tapi pasti. Mereka sekarang di posisi lima dengan 35 poin, cuma selisih tipis dari zona empat besar. Yang lebih mengesankan: mereka sudah 13 laga tanpa kekalahan.
Yang bikin Persebaya berbahaya bukan cuma hasil. Tapi strukturnya.
Coba lihat. Saat Bruno Moreira absen, tim tetap jalan. Milos Raickovic nggak main? Ritme permainan nggak langsung kacau. Bahkan tanpa komposisi ideal, mereka bisa menang 3-1 di kandang Bali United. Itu namanya kemenangan sistemik, bukan cuma euforia sesaat.
Tavares berhasil membangun fleksibilitas. Tim nggak bergantung pada satu dua bintang. Dia manfaatkan kedalaman skuad, dan berani kasih ruang buat pemain muda seperti Dimas Wicaksono, Sadida Putra, dan Alfan Suaib tanpa takut keseimbangan buyar.
Di laga melawan Bali United, mereka tampil disiplin di bertahan, efektif saat transisi, dan tajam di depan gawang. Francisco Rivera jadi pengatur irama, Alfan Suaib muncul sebagai supersub yang efektif, lini belakang bermain tanpa drama berlebihan.
Setidaknya ada empat hal yang bikin Persebaya tetap relevan di bursa juara: skuad yang dalam, taktik yang fleksibel, keberanian regenerasi, dan pelatih yang paham momentum.
Persib: Stabilitas adalah Kunci
Di Bandung, ceritanya agak beda tapi intinya sama. Persib mungkin nggak selalu tampil gemilang atau mendominasi penuh. Tapi mereka jaga ritme dengan sangat baik. Cuma tiga kekalahan dalam 20 laga? Itu angka yang bicara banyak soal stabilitas.
Di pekan ke-20, Maung Bandung cuma menang 2-0 atas Malut United. Bukan kemenangan yang sensasional, tapi cukup untuk menjaga jarak aman di puncak klasemen.
Mereka paham betul satu hal: gelar liga dimenangkan oleh konsistensi, bukan euforia sesaat.
Kekalahan dari Arema jelas membuka keraguan terhadap Persija. Di atas kertas, mereka masih kandidat kuat. Tapi performa yang naik-turun bikin posisi mereka terlihat lebih rapuh ketimbang dua pesaing utamanya.
Malut United, yang baru kalah dari Persib, sekarang tertahan di posisi empat dengan 37 poin. Mereka cuma unggul dua poin dari Persebaya yang terus merayap naik. Arema sendiri melompat ke peringkat sembilan usai menaklukkan Persija, sementara Bhayangkara turun ke posisi 10.
Peta persaingan memang makin ketat. Tapi kalau bicara soal perburuan gelar, pertanyaannya sekarang bukan lagi siapa yang paling jago menyerang. Tapi siapa yang paling tahan banting.
Dan sejauh ini, jawabannya cuma dua: Persebaya dan Persib.
Liga masih panjang, sih. Semua bisa berubah dalam dua tiga pekan ke depan. Tapi sampai fase ini, Persebaya sudah membuktikan diri bukan cuma sebagai penantang. Mereka adalah tim yang sulit sekali dikalahkan.
Dan dalam kompetisi seperti ini, tim yang seperti itulah yang biasanya bertahan paling lama.
Artikel Terkait
Masa Depan Tonali di Newcastle Bergantung pada Kualifikasi Liga Champions
Posisi Thomas Frank di Tottenham Genting, Eddie Howe di Newcastle Tetap Aman
Layvin Kurzawa dan Rekrutan Baru Persib Siap Debut di ACL Two
Gol Rizky Eka Pratama Akhiri Puasa Tujuh Laga Tanpa Kemenangan PSM Makassar