Persebaya dan Persib Unggul dalam Konsistensi, Persija Tertinggal di Arus Utama Super League

- Senin, 09 Februari 2026 | 22:30 WIB
Persebaya dan Persib Unggul dalam Konsistensi, Persija Tertinggal di Arus Utama Super League

Setidaknya ada empat hal yang bikin Persebaya tetap relevan di bursa juara: skuad yang dalam, taktik yang fleksibel, keberanian regenerasi, dan pelatih yang paham momentum.

Persib: Stabilitas adalah Kunci

Di Bandung, ceritanya agak beda tapi intinya sama. Persib mungkin nggak selalu tampil gemilang atau mendominasi penuh. Tapi mereka jaga ritme dengan sangat baik. Cuma tiga kekalahan dalam 20 laga? Itu angka yang bicara banyak soal stabilitas.

Di pekan ke-20, Maung Bandung cuma menang 2-0 atas Malut United. Bukan kemenangan yang sensasional, tapi cukup untuk menjaga jarak aman di puncak klasemen.

Mereka paham betul satu hal: gelar liga dimenangkan oleh konsistensi, bukan euforia sesaat.

Kekalahan dari Arema jelas membuka keraguan terhadap Persija. Di atas kertas, mereka masih kandidat kuat. Tapi performa yang naik-turun bikin posisi mereka terlihat lebih rapuh ketimbang dua pesaing utamanya.

Malut United, yang baru kalah dari Persib, sekarang tertahan di posisi empat dengan 37 poin. Mereka cuma unggul dua poin dari Persebaya yang terus merayap naik. Arema sendiri melompat ke peringkat sembilan usai menaklukkan Persija, sementara Bhayangkara turun ke posisi 10.

Peta persaingan memang makin ketat. Tapi kalau bicara soal perburuan gelar, pertanyaannya sekarang bukan lagi siapa yang paling jago menyerang. Tapi siapa yang paling tahan banting.

Dan sejauh ini, jawabannya cuma dua: Persebaya dan Persib.

Liga masih panjang, sih. Semua bisa berubah dalam dua tiga pekan ke depan. Tapi sampai fase ini, Persebaya sudah membuktikan diri bukan cuma sebagai penantang. Mereka adalah tim yang sulit sekali dikalahkan.

Dan dalam kompetisi seperti ini, tim yang seperti itulah yang biasanya bertahan paling lama.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar