Posisi Thomas Frank di Tottenham Genting, Eddie Howe di Newcastle Tetap Aman

- Senin, 09 Februari 2026 | 21:30 WIB
Posisi Thomas Frank di Tottenham Genting, Eddie Howe di Newcastle Tetap Aman

MURIANETWORK.COM - Tekanan terhadap Thomas Frank sebagai manajer Tottenham Hotspur mencapai titik kritis menyusul kekalahan tandang dari Manchester United. Laporan media Inggris menyebut posisi pelatih asal Denmark itu kini sangat genting dan ia mungkin hanya akan mendapat satu pertandingan lagi untuk menyelamatkan jabatannya. Situasi ini kontras dengan kondisi di Newcastle United, di mana manajer Eddie Howe dikabarkan masih mendapat kepercayaan penuh dari dewan direksi meski timnya juga sedang mengalami tren hasil yang kurang memuaskan.

Masa Depan Frank di Ujung Tanduk

Kekalahan 2-0 di Old Trafford pada akhir pekan lalu semakin memperburuk catatan buruk Tottenham musim ini. Meski bermain dengan sepuluh pemain sejak dini hari setelah kartu merah Cristian Romero, penampilan tim dinilai kembali mengecewakan. Hasil itu meninggalkan Spurs di posisi ke-15 klasemen sementara, hanya selangkah lebih baik dari posisi akhir mereka musim lalu.

Atmosfer di sekitar klub pun terasa makin tegang. Kritik dari para pendukung kerap terdengar di tribun, mencerminkan ketidakpuasan yang meluas terhadap perkembangan tim. Dalam situasi seperti ini, kesabaran pemilik klub seringkali menjadi faktor penentu.

Menurut laporan yang beredar, situasi Frank kini berada di 'titik kritis'.

"Dia mungkin hanya akan diberi satu pertandingan lagi sebagai pelatih saat mereka bersiap menghadapi Newcastle United di Liga Primer minggu ini," ungkap sumber tersebut.

Rencana Cadangan dan Opsi Jangka Panjang

Seandainya keputusan pemecatan diambil, Tottenham disebut telah menyiapkan skenario transisi. Johnny Heitinga, yang saat ini merupakan bagian dari staf pelatih Frank, dikabarkan akan dipertimbangkan sebagai manajer sementara. Langkah ini akan memberi waktu bagi direksi untuk mencari pengganti permanen dengan pertimbangan yang lebih matang, tanpa terburu-buru.

Di antara nama yang kerap disebut sebagai kandidat kuat adalah mantan pelatih mereka, Mauricio Pochettino. Sang manajer asal Argentina diketahui terbuka untuk kembali ke London Utara, namun komitmennya bersama tim nasional Amerika Serikat hingga berakhirnya Piala Dunia menjadi kendala. Artinya, reuninya dengan Spurs, jika terjadi, baru mungkin terealisasi pada musim panas mendatang.

Kepercayaan Tak Tergoyahkan untuk Howe di Newcastle

Sementara badai menerpa Tottenham, situasi di Newcastle United justru menunjukkan ketenangan yang berbeda. Meski baru mengalami kekalahan dari Brentford yang memicu kekecewaan suporter, posisi Eddie Howe dikabarkan masih sangat aman. Kepercayaan dari dewan direksi klub disebut tetap solid, berakar dari kesuksesan yang dibawanya dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dua kali mengantarkan The Magpies ke Liga Champions.

Hierarki klub dilaporkan sangat ingin menghindari reaksi gegabah terhadap periode sulit ini. Mereka memahami bahwa tim sedang menghadapi ujian berat di luar kendali pelatih.

"Ada penerimaan di dalam dewan direksi bahwa Howe dan tim telah menghadapi situasi sulit akhir-akhir ini, dengan serangkaian pertandingan yang menantang bertepatan dengan masalah cedera baru," jelas sebuah sumber.

Krisis Cedera Sebagai Faktor Penghambat

Alasan utama di balik dukungan untuk Howe adalah gelombang cedera parah yang melanda skuadnya. Dalam kekalahan dari Brentford saja, Newcastle harus absen tanpa lima pilar utama: Fabian Schar, Tino Livramento, Joelinton, Lewis Miley, dan Anthony Gordon. Ini hanya puncak dari gunung es masalah sepanjang musim.

Pemain penting seperti Sven Botman baru kembali dari absen panjang awal Januari, sementara rekrutan mahal Yoane Wissa bahkan belum bisa membuat debutnya hingga bulan Desember. Dampaknya di lapangan terlihat jelas; Howe terus-menerus dipaksa mengutak-atik formasi dan mengandalkan pemain cadangan di posisi-posisi kunci. Dalam kondisi demikian, target untuk kembali ke Liga Champions pun kian menjauh.

Dua klub dengan ambisi besar ini kini menghadapi jalan yang berbeda. Tottenham tampak berada di ambang perubahan kepemimpinan, sementara Newcastle memilih jalan kesabaran dan stabilitas, percaya bahwa pelatih mereka adalah orang yang tepat untuk mengatasi badai cedera dan membawa tim kembali ke jalur kemenangan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar