tuturnya lagi.
Menyoal performa tim, Souza punya penilaian sendiri. Dia merasa anak asuhnya tak tampil buruk. Beberapa kali tekanan berhasil diberikan dan pertahanan Arema berhasil ditembus. Sayangnya, kualitas pada umpan terakhir dan ketenangan di depan gawang masih kurang.
“Saya mengubah skema pressing untuk memaksa Arema membangun serangan dari bawah, tetapi mereka memilih bermain dengan bola-bola panjang,” ujarnya menjelaskan strategi yang kurang berjalan mulus.
Di sisi lain, Souza tetap memberi apresiasi. Mentalitas Rizky Ridho dan kawan-kawan dinilainya bagus. Mereka terus berjuang habis-habisan sampai peluit panjang berbunyi, meski akhirnya kebobolan juga.
pungkas pelatih asal Brasil itu. Tantangan ke depan jelas makin berat. Tapi bagi Souza, yang penting adalah bagaimana timnya bangkit dan tetap menjadi pemeran utama di pentas kompetisi.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan
Kiandra Ramadhipa Siap Berlaga di FIM Moto3 Junior World Championship 2026