Garuda Futsal Torehkan Sejarah, Erick Thohir Beri Apresiasi
Laga final Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Sabtu lalu, benar-benar bikin deg-degan. Timnas Futsal Indonesia harus mengakui keunggulan Iran lewat drama adu penalti, dengan skor akhir 5-4. Padahal, selama 80 menit pertandingan normal dan perpanjangan waktu, kedua tim bersahutan mencetak gol hingga imbang 5-5. Hasil itu menempatkan Indonesia di posisi runner up.
Namun begitu, kekalahan di partai puncak sama sekali tak mengurangi nilai prestasi ini. Justru, ini adalah catatan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, Garuda Futsal melangkah sejauh final. Sebelumnya, langkah mereka kerap terhenti di perempat final.
Menteri Pemuda dan Olaraga, Erick Thohir, tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Dia melihat pencapaian ini buah dari kerja keras semua pihak dan yang penting, pengelolaan yang profesional.
"Ya sangat baik. Kita bisa lihat ketika lawan Jepang saja sempat 3-3, terus menang 5-3. Hari ini 3-1, lalu 3-3, terus 4-3, 4-4, 5-4, 5-5, penalti sempat leading juga satu,"
kata Erick usai menyaksikan laga yang menegangkan itu.
Bagi Menpora, perjalanan tim sepanjang turnamen sungguh luar biasa. Mampu mengandaskan Jepang di semifinal, lalu memberi perlawanan sengit pada raksasa Asia, Iran, di final. Itu menunjukkan lompatan kualitas yang signifikan, baik dari segi permainan maupun mental.
Di sisi lain, Erick tak hanya memuji pemain dan pelatih. Dia secara khusus menyoroti peran federasi.
"Cuma ya memang luar biasa, pelatih, pemain, dan futsal secara manajemen bisa mendorong prestasi sejauh ini,"
ujarnya.
Menurutnya, profesionalisme yang diterapkan pengurus Federasi Futsal Indonesia patut jadi contoh. Sistem yang tertata rapi itulah, dalam pandangannya, yang menjadi kunci pendorong prestasi di kancah internasional. "Jadi patut untuk semua organisasi juga bisa meniru bagaimana profesionalisme juga ditekankan, gitu," tegasnya.
Pencapaian runner up ini jelas memberi angin segar. Ia memperlihatkan arah perkembangan futsal tanah air yang semakin positif. Dengan pembenahan berkelanjutan, bukan mustahil Indonesia akan jadi kekuatan baru yang disegani, bukan cuma di Asia, tapi juga dunia. Momentum ini harus dijaga.
Artikel Terkait
Alfan Suaib Jawab Krisis Penyerang Persebaya dengan Gol Krusial Lawan Bali United
PSM Makassar Akhiri Puasa Kemenangan dengan Kemenangan Tipis atas PSBS Biak
FFI Pastikan Kontrak Pelatih Hector Souto Diperpanjang hingga Piala Dunia 2028
Abu Kamara Resmi Tinggalkan PSM, Gabung Persis Solo