Habiebie Jadi Penyelamat Krusial
Tekanan Iran kian menjadi, dan mereka mendapat hadiah penalti kedua di menit yang sama setelah pertahanan Indonesia melakukan pelanggaran beruntun. Saat itu, Ahmad Habiebie tampil sebagai pahlawan. Dengan refleks brilian, kiper nomor satu Indonesia itu berhasil mementahkan eksekusi Salar Aghapour, menjaga selisih dua gol.
“Saya coba baca arah tendangannya. Alhamdulillah, bola bisa ditahan. Itu momen penting untuk menjaga semangat tim,” jelas Habiebie tentang penyelamatan krusialnya.
Meski demikian, Iran akhirnya berhasil memperkecil jarak jelang akhir babak pertama. Mahdi Karimi memaksimalkan tendangan bebas tidak langsung, mengubah skor menjadi 3-2 saat jeda.
Ujian Mental di Babak Kedua
Memasuki babak penentuan, Iran kembali menaikkan intensitas serangan. Tekanan bertubi-tubi itu akhirnya membuahkan hasil, skor kembali imbang 3-3 di paruh awal babak kedua. Situasi itu menjadi ujian mental terberat bagi Skuad Garuda, yang dihadapkan pada tim berpengalaman dengan mental juara.
Jawabannya justru datang dalam waktu singkat. Kurang dari satu menit setelah kebobolan, Indonesia kembali bangkit dan mencetak gol keempat, mengembalikan keunggulan menjadi 4-3. Gol balasan cepat itu memicu gelombang euforia di tribun, sekaligus menunjukkan ketangguhan karakter tim.
Sisa pertandingan berubah menjadi duel ketahanan fisik dan konsentrasi. Indonesia bermain lebih disiplin dalam mengatur transisi, sementara Habiebie kembali beberapa kali menjadi andalan dengan penyelamatan-penyelamatan penting. Hingga laporan ini diturunkan, pertandingan masih berlangsung dengan ketegangan tinggi. Satu gol dapat mengubah segalanya, namun Timnas Futsal Indonesia telah membuktikan diri pantas berdiri sejajar dan memberikan perlawanan sengit kepada sang juara bertahan di pentas final.
Artikel Terkait
Persebaya Evaluasi Lini Belakang, Rekrut Kiper Baru Jadi Opsi
Bayern Munich Tegaskan Michael Olise Tak Dijual, Kontrak Hingga 2029
Pelatih Bulgaria Aleksandar Dimitrov Rasa Pulang Kampung di FIFA Series Indonesia
Veda Ega Pratama Fokus ke Texas Usai Persejarah di Brasil