Mbappe Kirim Juru Sita ke PSG untuk Tagih Sisa Utang Rp117 Miliar

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 15:30 WIB
Mbappe Kirim Juru Sita ke PSG untuk Tagih Sisa Utang Rp117 Miliar

Kesabaran Mbappe Habis, Juru Sita Dikirim ke Markas PSG

Paris – Kylian Mbappe sudah tak mau lagi menunggu. Bintang yang kini berseragam Real Madrid itu mengambil langkah tegas terhadap mantan klubnya, Paris Saint-Germain. Jumat lalu, seorang juru sita resmi mendatangi kantor PSG. Tujuannya jelas: menagih utang.

Uang yang ditagih paksa itu jumlahnya tak main-main: 5,9 juta euro, atau sekitar Rp117 miliar. Menurut kubu Mbappe, itulah sisa haknya yang belum dibayar lunas oleh klub asal Prancis itu.

Sebenarnya, ini adalah babak lanjutan dari sengketa yang sudah berlarut. Akhir 2025 silam, dewan perburuhan Prancis sudah memenangkan Mbappe. Putusannya, PSG harus membayar total 60,9 juta euro (sekitar Rp1,21 triliun) kepada sang pemain. Angka itu merupakan akumulasi dari tunggakan gaji dan berbagai bonus selama masa jabatannya di Parc des Princes.

Memang, PSG dikabarkan sudah melunasi sebagian besar dana itu, yakni sekitar 55 juta euro. Tapi, bagi Mbappe dan tim pengacaranya, itu belum cukup. Mereka merasa masih ada yang kurang.

Sisa Rp117 miliar yang kini jadi sorotan itu, konon berasal dari hak cuti berbayar yang belum dicairkan, ditambah bunga yang terus menumpuk. Karena merasa tak ada progres, jalan terakhir adalah lewat juru sita.

Langkah Mbappe ini jelas mengejutkan pihak manajemen PSG. Mereka mengaku telah menunjukkan itikad baik dan sedang mengurus administrasi untuk menyelesaikan sisa pembayaran.

“Paris Saint-Germain akan melaksanakan putusan pengadilan perburuhan. Seluruh gaji dan bonus yang menjadi hak Kylian Mbappe telah dibayarkan sepenuhnya. Diskusi masih berlangsung terkait pengaturan pembayaran sisa jumlah yang ada,”

Begitu bunyi pernyataan resmi klub, seperti dikutip dari Le Parisien.

Namun begitu, klaim soal “diskusi” itu langsung ditampik oleh pengacara Mbappe. Mereka bilang, sama sekali tidak ada komunikasi aktif dengan PSG belakangan ini. Makanya, pengiriman juru sita dianggap sebagai langkah hukum yang wajar dan sah untuk mengeksekusi putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Meski juru sita sudah datang, ceritanya belum berakhir. PSG masih punya celah untuk membela diri secara hukum. Opsi yang paling mungkin adalah mengajukan banding.

Klub punya waktu hingga 19 Februari 2026 untuk mengajukan keberatan. Kalau banding benar-benar diajukan, ya sudah. Drama ini bakal berlanjut di pengadilan yang lebih tinggi, berpotensi memperkeruh hubungan antara sang megabintang dengan mantan bosnya. Sebuah akhir yang kurang sedap untuk sebuah hubungan yang dulu begitu gemilang.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar