Guardiola Tegaskan Komitmen Bicara Isu Global Meski Ditegur

- Jumat, 06 Februari 2026 | 22:00 WIB
Guardiola Tegaskan Komitmen Bicara Isu Global Meski Ditegur

MURIANETWORK.COM - Pep Guardiola, manajer Manchester City, menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan pandangan tentang isu-isu global, meski mendapat kritik. Pernyataan tegasnya itu disampaikan dalam konferensi pers jelang laga penting kontra Liverpool, Jumat (29/3/2024), sebagai respons atas teguran yang diterimanya terkait komentar tentang konflik di Gaza. Pelatih asal Spanyol itu membela haknya untuk berbicara, seraya menegaskan bahwa ia mengutuk semua kekerasan terhadap warga sipil di mana pun.

Pembelaan Atas Hak Bicara

Guardiola kembali membuka suara setelah pidato berapi-apinya dalam konferensi pers sebelumnya menuai reaksi beragam. Saat itu, ia tidak hanya membahas sepak bola, tetapi juga menyentuh isu kemanusiaan seperti perang di Ukraina dan Gaza, serta insiden penembakan di Minnesota. Ia menegaskan posisinya dengan nada yang jelas: sebagai manusia, ia merasa terdorong untuk tidak tinggal diam menyaksikan penderitaan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Dengan emosi yang terasa, Guardiola menguraikan kegelisahannya. "Tidak pernah, sama sekali tidak pernah dalam sejarah umat manusia kita memiliki informasi di depan mata kita, menyaksikannya dengan lebih jelas daripada sekarang – genosida di Palestina, apa yang terjadi di Ukraina, apa yang terjadi di Rusia, apa yang terjadi di seluruh dunia, di Sudan, di mana-mana," ujarnya.

"Apa yang terjadi di depan kita? Apakah Anda ingin melihatnya? Itu adalah masalah kita sebagai manusia. Apakah ada orang yang melihat gambar-gambar dari seluruh dunia yang tidak terpengaruh? Hari ini kita bisa melihatnya. Sebelumnya kita tidak bisa melihatnya. Hari ini kita melihatnya. Itu menyakitkan saya," lanjutnya dengan suara yang berat.

Merespons Kritik dan Teguran

Komitmen Guardiola untuk bersuara itu tidak berjalan mulus. Sebuah kelompok Yahudi di Manchester memberikan teguran khusus terkait komentarnya tentang Gaza, mendesaknya agar lebih berhati-hati dan fokus pada sepak bola. Menanggapi hal itu, Guardiola justru tampil lebih gigih dalam membela prinsipnya.

Dihadapkan pada pertanyaan tentang kritik tersebut, sang pelatih memberikan penjelasan yang lugas. "Sejujurnya, saya tidak mengatakan apa pun atau sesuatu yang istimewa. Saya tidak merasakannya. Mengapa saya tidak bisa mengungkapkan apa yang saya rasakan, hanya karena saya seorang manajer [sepak bola]? Saya tidak setuju. Tetapi saya sangat menghormati semua pendapat," tegas Guardiola.

Ia kemudian memperjelas pesan intinya yang sering kali disalahpahami. "Pada dasarnya yang saya katakan adalah betapa banyaknya konflik yang terjadi saat ini, di seluruh dunia. Berapa banyak? Banyak sekali, bukan? Saya mengutuk semuanya. Semuanya. Orang-orang tak bersalah dibunuh? Saya mengutuk semuanya," jelasnya dengan penuh penekanan.

Pandangan di Luar Lapangan Hijau

Posisi Guardiola ini bukan kali pertama ia ungkapkan. Sepekan sebelumnya, ia bahkan tampil di sebuah konser solidaritas untuk Palestina di Barcelona, mendesak publik agar tidak berpaling dari konflik yang telah menelan banyak korban jiwa. Bagi Guardiola, anggapan bahwa seorang figur publik di dunia olahraga harus membatasi diri hanya pada topik sepak bola adalah sebuah kekeliruan.

Dengan nada sedikit sinis, ia pun memberikan analogi. "Oke, fokuslah juga pada profesi jurnalis," ucapnya. "Anda tidak bisa berbicara tentang ekonomi, karena Anda bukan jurnalis khusus ekonomi, kan? Fokuslah pada sepak bola, [jadi] jangan bicara tentang itu, jangan bicara tentang itu, jangan bicara tentang itu. Itulah alasannya."

Di akhir pernyataannya, Guardiola menyiratkan bahwa desakan untuk diam justru menjadi alasan baginya untuk terus bersuara. "Mereka ingin [saya] tetap diam, itulah yang diinginkan dunia, kan? Diam, dan jangan mengatakan apa pun. Saya pikir justru sebaliknya. Tapi, ya sudahlah…" tandasnya, mengakhiri pembahasan dengan kesan yang mendalam namun tanpa penyesalan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar