Bicara soal laga itu, hasil imbang tanpa gol melawan Semen Padang itu memperpanjang catatan buruk: tujuh laga tanpa kemenangan di liga. Yang lebih memprihatinkan, itu terjadi di kandang sendiri, Stadion Gelora BJ Habibie.
Bukan dominasi yang ditunjukkan PSM, malah sebaliknya. Semen Padang yang lebih rapi dan percaya diri. Masalah klasik kembali muncul: finishing tumpul dan minim ancaman serius.
Kata Sang Pelatih
Tomas Trucha tak menampik ada yang salah. Dia bilang, peluang sebenarnya ada, tapi gagal jadi gol.
"Ini bukan cuma soal teknik," ujarnya. Menurut Trucha, ada persoalan mental yang perlu dibenahi, terutama saat menghadapi momen-momen krusial di depan gawang lawan.
Statistik pertandingan bicara jelas. Penguasaan bola lebih banyak di tangan Semen Padang. Tembakan PSM? Hampir semuanya melenceng.
Pandangan dari Luar
Pengamat sepak bola Imran Amirullah melihat tren negatif ini sebagai alarm. Menurutnya, PSM butuh evaluasi menyeluruh, dan itu mendesak.
"Masalahnya mungkin ada di mana-mana, tidak cuma di lapangan. Sekadar ganti pemain tidak akan cukup kalau struktur permainan, kepercayaan diri, dan konsistensi tim tidak dibenahi," kata Imran.
Lalu, Apa Selanjutnya?
Imbas dari hasil imbang itu, PSM masih tercecer di papan tengah bawah klasemen. Jarak dengan zona degradasi sih belum terlalu mengkhawatirkan, tapi trennya jelas tidak bagus.
Kehadiran Lagator dan Boboev, plus Cumic yang sedang beradaptasi, diharapkan jadi titik balik. Tapi semua itu masih tanda tanya. Ujian sebenarnya adalah: bisakah PSM kembali menjadikan kandangnya sebagai benteng kemenangan? Atau ini justru awal dari krisis yang lebih dalam? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Pesta Padel dan Gelak Tawa Warnai HUT ke-9 kumparan
Wali Kota Makassar Pelajari Tata Kelola JIS untuk Wujudkan Stadion Untia yang Mandiri
Deadline Transfer Menipis, Sergio Castel Jadi Solusi Persib?
Liverpool Incar Bek PSV Berdarah Indonesia untuk Perkuat Lini Belakang