MAKASSAR PSM Makassar tampaknya sedang menyiapkan gebrakan di bursa transfer. Bukan main-main, perubahan yang bakal terjadi bisa mengubah total hierarki di dalam skuad. Ini bukan cuma soal teknik, tapi juga nilai dan status pemain.
Kabarnya, Juku Eja sebentar lagi akan memperkenalkan Dusan Lagator. Bek tengah asal Montenegro itu, kalau resmi tanda tangan, langsung jadi pemain termahal di tim. Bayangkan, tanpa sekalipun membela PSM, dia sudah menggeser sang kapten.
Ya, berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar Lagator mencapai Rp7,82 miliar. Angka itu melampaui Yuran Fernandes yang saat ini di posisi Rp6,95 miliar. Langsung "nyalip" begitu saja.
Pemain 30 tahun dengan postur 190 sentimeter ini diharapkan jadi solusi. Problem akut di jantung pertahanan Pasukan Ramang butuh jawaban segera, dan Lagator diproyeksikan untuk itu.
Sebelumnya, fokus sebenarnya ada di lini depan. PSM sudah lebih dulu mendatangkan Luka Cumic, striker Serbia berusia 24 tahun. Pemain itu bahkan sudah terdaftar resmi di laman I.League dan siap main.
Cumic akan pakai nomor punggung 99. Nomor yang jarang dipakai, tapi sepertinya penuh harapan.
Yang menarik, kedatangan Cumic cukup mengejutkan. Namanya hampir tak ada di rumor-rumor. Manajemen bergerak diam-diam, lalu tiba-tiba mengumumkannya sebagai amunisi baru. Nilai pasarnya sekitar Rp6,08 miliar, membuatnya sempat jadi pemain termahal kedua di tim sebelum kabar Lagator beredar.
Tapi kalau Lagator benar-benar datang, peta itu bakal berantakan. Peringkatnya bakal berubah drastis.
Nama Dusan Lagator sendiri mencuat kuat belakangan ini. Menurut sejumlah saksi, PSM dan pemain sudah sepakat. Tinggal tunggu pengumuman resminya saja.
Dia didatangkan dari Liga India. Proyeksinya jelas: langsung jadi tulang punggung pertahanan. Bukan sekadar pelapis, tapi diharapkan membawa stabilitas dan kepemimpinan di barisan belakang.
Di sisi lain, kehadirannya juga seperti sinyal keras dari manajemen. Performa lini pertahanan saat ini dinilai tak memadai, apalagi setelah PSM menelan lima kekalahan beruntun.
Dalam rentetan hasil buruk itu, sorotan utama jatuh ke Yuran Fernandes. Kesalahan individu, miskomunikasi, kegagalan membaca situasi semua berulang. Sejak diambil alih Tomas Trucha, bukannya stabil, pertahanan malah makin rapuh dan gampang dibobol.
Jadi, kedatangan bek tengah baru bukan lagi sekadar opsi. Ini kebutuhan mendesak.
Dan kalau Lagator datang dengan label termahal, persaingan di jantung pertahanan masuk babak baru. Status kapten dan reputasi lama tak jadi jaminan lagi untuk dapat tempat utama.
Bursa transfer putaran kedua ini perlahan memperlihatkan arah PSM. Setelah urus lini depan dengan Cumic, kini giliran sektor paling bermasalah: pertahanan.
Dusan Lagator, dengan harga Rp7,82 miliar, bukan cuma rekrutan asing biasa. Dia adalah simbol perubahan. Sinyal bahwa PSM tak mau lagi menunggu, tapi mulai bertindak tegas untuk keluar dari krisis.
Kalau resmi diperkenalkan, dia bukan cuma geser Yuran di daftar termahal. Lagator berpotensi mengubah wajah, juga hierarki, lini belakang Pasukan Ramang sepenuhnya.
Artikel Terkait
Megawati Hangestri Mundur dari Timnas Voli Putri Jelang Rangkaian Turnamen Internasional 2025-2026
Kiandra Ramadhipa dan Veda Ega Pratama: Dua Talenta Muda Indonesia Bersaing Menuju MotoGP
Persib Bandung Targetkan Kembali ke Puncak Klasemen saat Bertemu Bhayangkara FC di Pekan ke-30
Megawati Hangestri Mundur dari Timnas Voli Putri demi Fokus Karier di Klub Korea