Desailly Beri Sinyal: Palmer Bisa Tinggalkan Chelsea Jika Tak Ada Gelar dalam Dua Tahun

- Kamis, 22 Januari 2026 | 22:00 WIB
Desailly Beri Sinyal: Palmer Bisa Tinggalkan Chelsea Jika Tak Ada Gelar dalam Dua Tahun
Analisis Situasi Cole Palmer di Chelsea

LONDON Suara legenda jarang diabaikan. Kali ini, Marcel Desailly mengeluarkan peringatan yang cukup serius untuk Chelsea. Intinya: jangan sampai Cole Palmer kabur. Bintang andalan The Blues itu, kata Desailly, bisa saja meminta transfer jika dalam dua tahun ke depan ia tak yakin klubnya bisa juara Liga Premier.

Mantan bek tangguh asal Prancis itu mendesak manajemen Stamford Bridge untuk segera membangun sistem bermain yang stabil. Sistem yang, katanya, harus berpusat pada Palmer. Tapi pesannya bukan cuma satu arah. Desailly juga meminta sang pemain untuk tetap rendah hati dan menghormati klub yang telah memberinya panggung.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Rupanya, masa depan Palmer di London mulai dipertanyakan. Kabarnya, pemain berusia 23 tahun itu kurang menikmati hidup di ibu kota Inggris. Padahal, awal kariernya di Chelsea terbilang gemilang ia membantu raih gelar Conference League dan Piala Dunia Antarklub.

Namun begitu, rasa rindu kampung halaman dikabarkan mulai menghantui. Palmer disebut merindukan teman-teman dan kehidupannya di barat laut Inggris. Ketidaknyamanan pribadi ini, meski terkesan sepele, justru memicu spekulasi liar. Apalagi, ada kabar ia mungkin tertarik balik ke Manchester City musim panas nanti, terutama jika ada perubahan kursi manajer di Etihad.

Kontrak panjangnya hingga 2033 sebenarnya mengikat. Tapi, kebahagiaan seorang pemain di luar lapangan sering jadi faktor krusial. Musim 2025-26 ini, Palmer juga dilanda cedera dan agak kesulitan tampil konsisten. Hal itu makin memperkeruh suasana.

Spekulasi makin rumit ketika nama Pep Guardiola dan Enzo Maresca ikut disebut. Maresca, mantan pelatih Chelsea yang dipecat di Hari Tahun Baru, dikabarkan punya peluang besar ke City jika Guardiola hengkang. Nah, ini yang bikin menarik.

Menurut sejumlah laporan, Maresca bahkan sudah tiga kali memberi tahu Chelsea bahwa ia telah berbicara dengan City sebelum akhirnya dipecat. Kalau ia benar-benar pindah ke Etihad, jalan untuk membawa Palmer menyusul terbuka lebar. Soalnya, di bawah Maresca dulu, penyerang itu sering diberi peran penting dan kepercayaan penuh di lini serang.

Gabungkan dua hal itu reuni dengan pelatih yang mempercayainya dan pulang ke kota asal dan jadilah sebuah tawaran yang sulit ditolak bagi pemain yang sedang galau di London.

Di tengah hiruk-pikuk rumor, Desailly memberikan pandangannya dengan cukup blak-blakan. Menurutnya, faktor penentu bukan cuma soal lokasi atau kenyamanan, tapi ambisi. Palmer, yakin Desailly, takkan mau menunggu proses pembangunan tim yang terlalu lama.

"Pertanyaannya sederhana: apakah dia merasa Chelsea akan juara Liga Premier dalam dua musim ke depan?" kata Desailly.

"Kalau tidak, saya yakin dia akan minta pindah ke klub yang bersedia membangun sistem khusus untuknya," lanjutnya tanpa basa-basi.

Desailly lantas berpesan kepada manajer baru Liam Rosenior. Ia mendesak Rosenior untuk menciptakan stabilitas yang didamba Palmer. "Saya rasa Palmer butuh sistem yang jelas dan dibangun untuk memaksimalkan kemampuannya," ujarnya. Perubahan taktik yang terlalu sering di masa lalu, menurut Desailly, mungkin telah berkontribusi pada ketidaknyamanan sang pemain.

"Saya pribadi ingin ia bertahan. Perannya di tim sangat krusial," tegas legenda Chelsea itu.

Tapi sekali lagi, pesannya tidak berat sebelah. Di sisi lain, Desailly juga menantang Palmer untuk menunjukkan mental kuat dan rasa terima kasih. Ia mengingatkan, Chelsea-lah yang memberi Palmer platform untuk bersinar saat ia kesulitan mendapat menit bermain di City.

"Kalau akhirnya memutuskan pergi, ya itu haknya. Tapi tolong, hormati klub ini. Mereka yang memberimu alat untuk jadi pemain selevel sekarang," kata Desailly dengan nada serius.

Terakhir, ia mengingatkan prioritas utama Palmer saat ini seharusnya bukan soal transfer. "Dia harus fokus pulih total dari cederanya dulu, kembali ke kondisi puncak. Performanya belakangan sudah bicara. Tetaplah rendah hati, kembali ke tim, dan bantu klub entah nanti tetap di sini atau pergi," tandasnya menutup pembicaraan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar