Atlet Panjat Tebing Indonesia Jadi Incaran Naturalisasi Negara Lain

- Jumat, 09 Januari 2026 | 13:12 WIB
Atlet Panjat Tebing Indonesia Jadi Incaran Naturalisasi Negara Lain

Lalu, bagaimana sikap federasi? FPTI memilih untuk menyerahkan keputusan sepenuhnya ke tangan atlet. Yenny bersikap terbuka, terutama untuk atlet yang kariernya di dalam negeri sudah mendekati fase senja.

“Sampai sekarang atlet kita sih masih loyal pada NKRI, pada Indonesia. Tapi ke depan, atlet-atlet senior mungkin secara usia, tidak bisa lagi berlaga, ya bisa saja [dinaturalisasi negara lain],” tambahnya.

Menurutnya, ini bukan soal nasionalisme yang luntur. Ada pertimbangan pragmatis di baliknya. “Ini juga tentang mereka bisa tetap berlaga di luar negeri ketika "career path"-nya di dalam negeri sudah tidak lagi memungkinkan atau memang persaingannya sangat ketat.”

“Di panjat tebing itu persaingan kita luar biasa kompetitifnya di antara para atlet kita sendiri. Maka, saya pribadi tidak masalah kalau ada atlet kita yang kemudian memutuskan untuk pindah ke negara lain,” tutup Yenny.

Pernyataannya punya dasar. Beberapa tahun terakhir, panjat tebing Indonesia memang sedang di puncak. Mereka konsisten mencetak prestasi. Puncaknya? Tentu saja medali emas Olimpiade Paris 2024 dari Veddriq Leonardo di nomor speed. Prestasi itu seperti mengukuhkan semua yang diungkapkan Yenny Wahid: dunia sedang memperhatikan kita.


Halaman:

Komentar