tambahnya. Nadanya mantap. Api kompetisi itu masih menyala, bahkan mungkin lebih terarah.
Di sisi lain, tahun 2026 ini punya arti khusus buat peringkat 18 dunia itu. Ada target besar yang sudah menanti: Kejuaraan Dunia di New Delhi, Agustus mendatang. Bermain di depan publik sendiri jelas memberi motivasi ekstra. Sebuah kesempatan emas untuk menghadirkan medali di tanah air.
"Tahun ini penting. Kejuaraan Dunia ada di India, dan saya berharap penonton mendukung saya. Saya harap saya bisa memberikan sesuatu kembali,"
imbuh Sindhu. Selain itu, Asian Games dan berbagai turnamen besar juga masuk dalam bidikannya.
Kini, bagi atlet berusia 30 tahun itu, kembali ke lapangan bukan lagi sekadar membuktikan sesuatu pada orang lain. Ini lebih pada kepuasan batin, sebuah gairah yang tetap hidup. Langkahnya mungkin lebih bijak, lebih terukur. Tapi ambisi untuk mengangkat piala? Itu sama sekali tidak berkurang. Musim 2026 baru saja dimulai, dan Sindhu sudah memberi pernyataan.
Artikel Terkait
Sabar-Reza Tumbang di Perempat Final Malaysia Open Setelah Duel Sengit
Fajar/Fikri Tumbangkan Raksasa India, Lolos ke Semifinal Malaysia Open
Comeback Apik Fajar/Fikri Buka Jalan ke Semifinal Malaysia Open
Undian Kejuaraan Beregu Asia 2026: Indonesia Langsung Dihadang Malaysia dan Jepang