Debutnya di UFC pada 2017 langsung menggemparkan. Melawan Michael Johnson, Gaethje menuntaskan laga dengan KO brutal di ronde kedua via serangan lutut. Pertunjukan spektakuler itu langsung membawanya pulang dengan dua bonus sekaligus: Performance of the Night dan Fight of the Night, senilai total USD 100.000.
Yang menarik, bahkan dalam dua kekalahan beruntun setelah debutnya, ia tetap membawa pulang bonus Fight of the Night. Setiap kali namanya tercantum di kartu pertandingan, bisa dipastikan yang tersaji adalah duel sengit tanpa kompromi.
Setelah masa sulit itu, Gaethje bangkit. Empat kemenangan beruntun diraih, dan di setiap kemenangan itu, bonus selalu menyertai. Dari 14 laga yang sudah ia jalani di UFC, cuma dua yang tak memberinya bonus: saat kalah dari Khabib Nurmagomedov dan Charles Oliveira.
Momen paling ironis mungkin terjadi di UFC 300. Gaethje kalah KO dengan salah satu akhir pertarungan paling brutal yang pernah disaksikan. Tapi sekali lagi, gaya bertarungnya yang menghibur itu dihargai. Ia tetap diganjar bonus Fight of the Night senilai USD 300.000.
Nah, sekarang hadapi Pimblett. Peluangnya terbuka lebar. Apapun hasil akhir nanti, besar kemungkinan Gaethje akan kembali menambah koleksi bonusnya. Kalau berhasil, ia akan menyamai pencapaian Charles Oliveira, yang menjadi petarung pertama yang mencapai tonggak satu juta dolar AS itu setelah menang atas Michael Chandler di UFC 309.
Artikel Terkait
Rosenior Jadi Kandidat Utama Gantikan Maresca di Chelsea
Liverpool Tersendat di Anfield, Gagal Tembus Pertahanan Leeds
John Terry Buka Suara: Saya Terkejut dengan Pemecatan Maresca
Manchester City Tersendat, Sunderland Gagalkan Pesta Gol di Etihad