“Tapi, bukan seperti ini. Bukan mengamankan gelar dengan lima balapan tersisa.”
Menurutnya, mustahil untuk mendominasi seperti musim 2025. Tahun ini segalanya berjalan nyaris sempurna, dengan perjuangan keras di setiap sesi balap utama dan sprint. Tahun depan? Belum tentu dewi fortuna berpihak lagi.
Ia juga menyoroti format balapan modern yang semakin menuntut. “Saat ini, saya rasa hampir mustahil mengulanginya. Antara sprint dan balapan, poin yang diperebutkan setiap akhir pekan sangat banyak. Itu tidak mudah,” sambung Marquez.
Meski demikian, ia tetap bangga dengan apa yang telah diraih timnya. “Kami menjalani tahun yang sangat solid. Ada beberapa kesalahan, tapi pada akhirnya, kami memenangkan banyak balapan.”
Jadi, meski penuh keraguan, semangat untuk bertarung tetap menyala. Tantangan baru tinggal menunggu.
Artikel Terkait
PSIS Semarang Hadapi Laga Krusial Kontra Persipal Palu di Bawah Bayang-Bayang Ancaman Degradasi
Kemenangan Timnas Ungkap Potensi Duet Beckham-Romeny, Persib Diminta Pertimbangkan
Fu Haifeng, Legenda Bulutangkis China, Ternyata Berdarah Indonesia
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP