Kalau terbukti melanggar, konsekuensinya bisa lebih berat untuk Machuca. FIFA berwenang memperpanjang masa skorsingnya, menambah denda, bahkan menjatuhkan sanksi pada klub yang diduga melindungi atau memfasilitasi pemain tersebut.
Skandal ini sebenarnya berawal dari klaim FAM soal silsilah Machuca. Mereka menyebut nenek pemain itu, Concepcion Agueda Alaniz, lahir di Penang. Tapi laporan investigasi dari media Argentina, Capital de Noticias (CDN), membantahnya. Menurut mereka, Alaniz lahir di Roldan, Argentina bukan Malaysia. Jadi, urusan dokumennya pun dipertanyakan.
Sekarang, semua mata tertuju pada langkah FIFA berikutnya. Apakah Machuca benar-benar melanggar, atau ada penjelasan lain? Yang pasti, kasus ini belum berakhir.
Artikel Terkait
Jay Idzes Soroti Energi dan Taktik Baru John Herdman di Debutnya dengan Timnas Indonesia
Pelatih Bulgaria Buka Peluang Kembali Berkarier di Indonesia
AS Roma Minat Rekrut Mohamed Salah, Syaratnya Potong Gaji Drastis
Herdman Soroti Tiga Pemain Kunci untuk Persiapan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030