Kabar meninggalnya sang kapten langsung membuat ESTV Hamburg berduka. Melalui situs resmi, klub itu menyampaikan pernyataan yang menyentuh.
“Dengan sangat sedih kami mengumumkan hari ini bahwa kapten kami, Sebastian Hertner, telah meninggal dalam kecelakaan tragis saat berlibur,” tulis pernyataan itu.
“Kami terkejut dan sangat sedih. Belasungkawa terdalam kami sampaikan kepada keluarga dan orang-orang terkasihnya. Beristirahatlah dengan tenang, Sebastian.”
Ucapan duka juga mengalir dari VfB Stuttgart, klub tempatnya dulu bersinar di level akademi.
"VfB Stuttgart berduka atas kehilangan mantan pemain mudanya, Sebastian Hertner, yang meninggal dalam kecelakaan tragis pada usia 34 tahun," begitu bunyi pernyataan mereka.
Kepergiannya terlalu cepat. Hertner meninggalkan luka yang dalam bagi keluarganya, rekan-rekan setim, dan tentu saja bagi komunitas sepak bola yang pernah disinggahinya. Tragedi di pegunungan Montenegro ini bukan cuma soal duka. Tapi juga pengingat pilu tentang betapa rapuhnya kita di tengah hiruk-pikuk liburan dan fasilitas wisata yang terlihat megah.
Artikel Terkait
PSIS Semarang Hajar Persipal 6-1, Keluar dari Zona Degradasi
Tuchel Kecewa, Tapi Pahami Alasan Delapan Pemain Mundur dari Skuad Inggris
Timnas Indonesia Tertinggal dari Bulgaria di Babak Pertama Final FIFA Series
Veda Ega dan Marc Marquez Berbagi Nasib Pahit di COTA