Tapi Kapadze tak mau terjebak masa lalu. Dia memilih belajar dari pengalaman itu tanpa menutup pintu bagi pemain naturalisasi. Fokusnya tetap pada kemauan individu.
“Saya sudah melihatnya (naturalisasi). Tapi, buat saya, seperti yang saya katakan tadi, apakah mereka siap untuk membela bendera Indonesia atau tidak. Itu satu-satunya faktor yang menentukan,” tegasnya.
Sementara rumor tentang dirinya dan kursi pelatih Timnas terus bergulir. Kapadze disebut-sebut masuk dalam lima kandidat yang dilirik PSSI.
Namun begitu, dia bersikukuh bahwa kunjungannya kali ini murni urusan lain. “Kedatangan saya ke sini untuk memenuhi undangan tentang pariwisata. Jadi tidak ada rencana secara resmi untuk wawancara terkait kepelatihan Timnas Indonesia,” jelasnya.
Meski begitu, dia tak menutup kemungkinan untuk bekerja sama di masa depan. Kapadze menyatakan diri terbuka dengan segala tawaran yang datang.
“Pada dasarnya saya akan mempelajari semua tawaran yang masuk. Saya terbuka dengan tawaran,” tutupnya.
Artikel Terkait
Peluang Evan Soumilena ke Piala Asia Masih Terbuka, Fokus ke Pemulihan Cedera
Proliga 2026 Bergulir, Fahry Septian Jadi Magnet Duel Panas di Pontianak
Lima Andalan Indonesia Hadang Lawan Tangguh di 16 Besar Malaysia Open
Marc Marquez Bicara Batas Tubuh dan Warisan yang Tak Ingin Dia Turunkan