Transformasi Inspektorat Kemnaker: Dari Pengawas Menjadi Mitra Strategis
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi paradigma peran Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Ketenagakerjaan. Menurutnya, Itjen harus berkembang menjadi mitra strategis yang memberikan nilai tambah dan solusi bagi setiap kebijakan serta program kementerian.
Perubahan Paradigma: Dari "Awas Ada Itjen" Menjadi "Untung Ada Itjen"
Yassierli menyampaikan pentingnya perubahan cara pandang terhadap fungsi Itjen dari sekadar pengawas menjadi bagian integral ekosistem yang membantu kementerian bekerja lebih efektif, efisien, dan berintegritas. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Inspektorat Jenderal yang berlangsung di Ruang Tridharma Kemnaker, Jakarta.
Empat Pilar Utama Transformasi Itjen Kemnaker
Transformasi Itjen Kemnaker didukung oleh empat pilar utama yang menjadi fondasi menuju inspektorat yang kredibel dan profesional. Keempat pilar tersebut meliputi Assurance dan Pengendalian Kecurangan, Consulting-Based Practice, Pengawasan Terpadu, serta Kolaborasi dan Sinergi.
Integrasi dengan Reformasi Birokrasi
Transformasi peran Itjen ini merupakan bagian dari agenda besar reformasi birokrasi di Kemnaker. Reformasi ini menuntut lembaga pemerintah semakin adaptif terhadap perubahan regulasi, percepatan digitalisasi, serta meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi dan akuntabilitas.
Pendekatan Pengawasan Berbasis Konsultasi dan Risiko
Itjen Kemnaker akan menerapkan pendekatan pengawasan berbasis konsultasi dan risiko. Dengan pendekatan ini, fungsi Itjen tidak lagi berfokus pada temuan kesalahan, tetapi berperan aktif dalam mencegah risiko dan membantu unit kerja memperbaiki tata kelola sejak tahap perencanaan.
Sinergi Lintas Lembaga dan Kolaborasi Strategis
Sinergi antarlembaga menjadi kunci penting dalam menciptakan ekosistem pengawasan yang kuat dan efektif. Kolaborasi lintas lembaga dengan berbagai instansi pemerintah akan diperkuat untuk menciptakan sistem pengawasan yang komprehensif.
Penguatan SDM dan Teknologi untuk Transformasi Itjen
Transformasi Itjen memerlukan dukungan dari sisi sumber daya manusia dan teknologi. Peningkatan kompetensi auditor internal melalui pelatihan, sertifikasi, serta pemanfaatan data analytics dan digitalisasi proses pengawasan menjadi prioritas utama.
Menuju Trusted Advisor dalam Pengawasan Intern
Inspektur Jenderal Roni Dwi Susanto menegaskan bahwa tema transformasi APIP menjadi trusted advisor diangkat untuk memperkuat peran dan arah strategis Aparat Pengawasan Intern Pemerintah. Paradigma pengawasan perlu bergeser dari sekadar watchdog menjadi mitra strategis bagi pimpinan dan unit kerja.
Rapat kerja ini dirancang sebagai momentum untuk menyamakan persepsi dan arah kebijakan seluruh jajaran Itjen. Ke depan, Itjen Kemnaker akan terus memperkuat tata kelola pengawasan internal yang adaptif terhadap perkembangan lingkungan organisasi dan kemajuan teknologi.
Artikel Terkait
Kemhan Siapkan Pelatihan Perdana Komcad untuk 4.000 ASN pada April
Indeks Korupsi Indonesia Stagnan, Peringkat Global Turun ke Posisi 109
Mendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman Jelang Ramadan, Dorong Peredaran Second Brand
Polres Tanjung Priok Bongkar Jaringan Internasional Peredaran Liquid Zombi dalam Cartridge Rokok Elektrik