Paviliun Indonesia telah menjadwalkan rangkaian diskusi intensif selama periode 10-21 November 2025. Sebanyak 50 sesi dialog akan menyoroti berbagai strategi penanganan perubahan iklim dengan melibatkan pembicara internasional.
Konferensi COP30 yang berlangsung di Belem, Brasil, menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkenalkan mekanisme seller meet buyer dalam perdagangan karbon. Inisiatif perdagangan karbon ini bertujuan mempromosikan potensi sumber daya karbon Indonesia di pasar global.
Menteri Hanif menyampaikan target ambisius dimana Indonesia berpotensi memperoleh manfaat ekonomi senilai Rp 16 triliun dari transaksi perdagangan karbon pasca konferensi.
Selain aspek perdagangan karbon, Indonesia juga aktif membangun kemitraan internasional dan memamerkan pencapaian signifikan dalam reduksi emisi gas rumah kaca selama ini.
Artikel Terkait
PT Freeport Indonesia Kenang 9 Korban Jiwa dalam Peringatan HUT ke-59
Wanita dan Bayinya Tewas Diduga Usai Melahirkan di Kamar Mandi Kos Batam
Pemerintah Janjikan Disiplin Anggaran, Batasi Utang di Bawah 40% PDB
Longsor Tutup Total Jalur Cadas Pangeran, Lalu Lintas Dialihkan ke Tol