Rusia Hancurkan Infrastruktur Energi Ukraina: 4 Tewas, Listrik & Air Padam di Kyiv-Kharkiv

- Sabtu, 08 November 2025 | 23:40 WIB
Rusia Hancurkan Infrastruktur Energi Ukraina: 4 Tewas, Listrik & Air Padam di Kyiv-Kharkiv
Serangan Rusia Hancurkan Infrastruktur Energi Ukraina: 4 Tewas dan Pemadaman Listrik Meluas

Serangan Rusia Hancurkan Infrastruktur Energi Ukraina: 4 Tewas dan Pemadaman Listrik Meluas

Sebuah serangan besar-besaran Rusia kembali menghantam infrastruktur energi Ukraina. Serangan terbaru ini dilaporkan menewaskan setidaknya empat orang dan memicu pemadaman listrik besar-besaran di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Kyiv.

Berdasarkan laporan, Moskow telah secara konsisten meningkatkan intensitas serangan terhadap target-target energi Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Serangan kali ini berhasil merusak fasilitas gas alam yang menjadi sumber bahan bakar utama untuk sistem pemanas di seluruh negeri.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, mengecam serangan ini dengan menyatakan, Serangan Rusia sekali lagi menyasar kehidupan sehari-hari masyarakat. Serangan tersebut memutus pasokan listrik, air, dan pemanas bagi masyarakat, menghancurkan infrastruktur penting, dan merusak jaringan kereta api.

Gelombang Serangan Udara Rusia yang Masif

Angkatan Udara Ukraina mengungkapkan skala serangan yang terjadi. Rusia disebut meluncurkan 458 pesawat tanpa awak (drone) dan 45 rudal ke wilayah Ukraina. Dari jumlah tersebut, pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh 406 drone dan sembilan rudal musuh.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memberikan pernyataan mengenai korban jiwa, Di Dnipro, sebuah pesawat tanpa awak Rusia menyerang langsung sebuah bangunan tempat tinggal; hingga saat ini, diketahui tiga orang tewas di kota itu. Sayangnya, ada juga korban jiwa di Kharkiv.

Dampak Pemadaman Listrik dan Air di Beberapa Kota

Akibat serangan ini, pemadaman listrik darurat terjadi di ibu kota Kyiv dan kota Kharkiv. Tidak hanya listrik, serangan juga memutus pasokan air di Kharkiv. Pemerintah lokal di Kremenchuk, wilayah Poltava timur, juga melaporkan tidak adanya listrik, air, dan pemanas parsial di kota mereka.

Para ahli memperingatkan bahwa serangan beruntun terhadap infrastruktur energi ini membuat Kyiv dan wilayah lainnya berisiko tinggi mengalami krisis pemadaman pemanas, terutama dengan musim dingin yang segera tiba. Situasi ini memperburuk kondisi humaniter dan mengancam keselamatan warga sipil.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar