"Yang saya lihat ada banyak korban, semuanya siswa laki-laki. Kondisi mereka berdarah-darah. Ada yang matanya ditutupi kain, ada juga yang kepalanya terluka dan bocor," tuturnya.
"Korban yang menggunakan tandu saya lihat ada dua orang. Satu korban lagi diangkut dengan motor. Saya menghitung ada lebih dari lima ambulans yang datang. Namun, lebih banyak korban yang diangkut menggunakan mobil pribadi warga," imbuh Dani.
Data Korban dan Penyebab Ledakan
Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta ini terjadi pada Jumat (7/11) saat berlangsungnya khotbah salat Jumat. Berdasarkan data terbaru, tercatat 54 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 29 korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Pengakuan Kapolri dan Temuan Senjata Mainan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah mengidentifikasi terduga pelaku di balik ledakan ini. Diduga kuat pelaku masih berasal dari lingkungan internal SMAN 72 Jakarta.
"Informasi sementara yang kami terima, terduga pelaku masih dari lingkungan sekolah tersebut," tegas Kapolri dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/11).
Sebuah senjata mainan juga ditemukan di TKP ledakan SMAN 72 Jakarta, yang kini sedang diselidiki lebih lanjut kaitannya dengan peristiwa ini.
Artikel Terkait
Empat Pekerja Tewas Terjatuh ke Bak Penampungan Air di Proyek Jagakarsa
Satgas PRR: Data Huntara Diperbarui Berkala untuk Pastikan Tak Ada Warga Tertinggal
Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Tiba di Kulon Progo Usai Gugur dalam Misi UNIFIL
Kemenag Jatim Raih Penghargaan Finalisasi Terbanyak dalam SPAN-PTKIN Award 2026