Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Sarmuji, membahas perbandingan sistem pemilu terbuka dan tertutup dalam audiensi dengan Pengurus Pusat KAMMI. Menurutnya, kedua sistem pemilu ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
"Setiap solusi pasti membawa problem baru. Today's problem comes from yesterday's solution," tegas Sarmuji mengenai evaluasi sistem pemilu Indonesia.
Dalam pertemuan yang membahas sistem pemilu dan ideologi partai politik ini, Sarmuji mengungkapkan komitmen Partai Golkar dalam meningkatkan kualitas kader melalui pendirian Golkar Academy.
"Golkar memiliki Golkar Institute dan akan segera mendirikan Golkar Academy untuk meningkatkan kapasitas pejabat publik," jelas Sarmuji mengenai program pengembangan kader partai.
Mengenai putusan MK tentang penghapusan presidential threshold, Sarmuji menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap putusan Mahkamah Konstitusi sambil menjaga keseimbangan sistem presidensial.
"Putusan MK harus dipatuhi, tetapi perlu rekayasa konstitusional agar tidak terlalu banyak calon presiden," ujarnya mengenai ambang batas pencalonan presiden.
Sarmuji juga menyoroti dukungan KAMMI terhadap kebijakan pencampuran BBM dengan etanol, menyebut energi sebagai pilar strategis kedaulatan bangsa.
"Kebijakan etanol menghasilkan energi bersih dan terbarukan sekaligus memakmurkan petani singkong dan tebu," paparnya mengenai manfaat pengembangan energi terbarukan.
Meski menghadapi resistensi, Sarmuji menekankan pentingnya inovasi energi untuk menciptakan kedaulatan energi nasional yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Universitas Ciputra Jakarta Buka Beasiswa Penuh Kuliah Gratis 4 Tahun Lewat OSC 2026
Kebakaran di Permukiman Padat Kemayoran Padam Setelah 7 Jam, Sejumlah Warga Dirawat karena Sesak Napas
BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jawa Barat pada 2 Juni 2026
Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata