Hengki menjelaskan bahwa mobilitas tinggi dan interaksi langsung pengemudi ojol dengan masyarakat membuat mereka menjadi mata dan telinga Polri di lapangan. Dengan perkembangan teknologi dan dinamika sosial-ekonomi yang semakin kompleks, peran komunitas ojol dalam deteksi dini gangguan keamanan dinilai sangat strategis.
"Respons cepat dan kewaspadaan para ojol membuktikan bahwa mereka adalah mitra penting Polri dalam membangun keamanan masyarakat," ungkapnya.
Acara ditutup dengan pembacaan Deklarasi Komunitas Ojol Banten, penyerahan jaket keselamatan secara simbolis, serta pembagian bantuan sosial. Hengki mengajak semua pihak memperkuat solidaritas dan menunjukkan bahwa sinergi Polri-ojol dapat memberikan dampak positif bagi terwujudnya Banten yang aman, nyaman, dan sejahtera.
Artikel Terkait
Mulai Berlaku, Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Buka Media Sosial
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama dan Stabilitas dengan Pejabat Kuasa Usaha AS
Samsat Keliling Polda Metro Jaya Beroperasi di Delapan Titik Hari Ini
Rano Karno Gulirkan Wacana Pemutaran Film Edukatif di Planetarium Jakarta