Suasana salat Jumat di sebuah masjid Syiah di pinggiran Islamabad, Pakistan, berubah menjadi mimpi buruk. Ledakan dahsyat mengguncang bangunan itu kemarin, menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai lebih dari 160 lainnya. ISIS, lewat sebuah pernyataan yang dipantau oleh SITE Intelligence Group, dengan cepat mengklaim aksi keji ini sebagai tanggung jawab mereka.
Masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra, yang terletak di area Tarlai, biasanya ramai pada hari Jumat. Namun kemarin, keramaian itu berubah jadi kepanikan dan tangis. Para pejabat kota telah mengonfirmasi angka korban tewas, namun mereka khawatir jumlahnya masih bisa bertambah. Kondisi sebagian korban luka dikabarkan sangat kritis.
Menurut seorang sumber keamanan setempat yang berbicara kepada AFP, tragedi ini terjadi tepat saat ibadah berlangsung dan masjid dipenuhi jemaah.
"Penyerang dihentikan di gerbang dan meledakkan dirinya," tutur sumber tersebut.
Narasi dari pihak ISIS sendiri tak kalah mengerikan. Dalam klaimnya, kelompok itu menyebut salah satu militannya sengaja menargetkan para jemaah. Dengan rompi peledak, si pelaku bunuh diri konduktor kematian itu disebut telah "menyebabkan banyak kematian dan korban luka-luka".
Lebih dari 169 orang harus dilarikan ke rumah sakit. Gambaran dari lokasi kejadian sungguh memilukan; bangunan berantakan, darah di mana-mana, dan sisa-sisa kepanikan masih terasa. Ini bukan pertama kalinya kelompok radikal itu menebar teror di Pakistan, dan sayangnya, mungkin bukan yang terakhir.
Pakistan sekali lagi berduka. Ledakan di Islamabad ini adalah pengingat pahit betapa rapuhnya kedamaian, dan betapa kejamnya wajah teror yang terus mengintai.
Artikel Terkait
Mendagri Tito Karnavian Laporkan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Sumatera, Sejumlah Titik Masih Jadi Tantangan
Ibu di Jakbar Tersangka Jual Anak Kandung ke Sumatera
Presiden Prabowo Alokasikan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung MUI dan Lembaga Islam
Xpeng Pamerkan Teknologi AI dan Robot Humanoid di IIMS 2026