Timnas Futsal Indonesia Hadapi Iran di Final Bersejarah Piala Asia 2026

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:00 WIB
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Iran di Final Bersejarah Piala Asia 2026

MURIANETWORK.COM - Final Piala Asia Futsal 2026 akan mempertemukan Timnas Futsal Indonesia dengan Iran di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7 Februari 2026) malam. Laga bersejarah ini menghadirkan duel antara tim tuan rumah yang baru pertama kali melangkah ke final melawan raksasa Asia yang telah 13 kali menjuarai turnamen. Meski diunggulkan, pelatih Iran Vahid Shamsaei justru memprediksi partai ini akan berlangsung sangat ketat dan menarik.

Duel Antara Pendatang Baru dan Raja Asia

Pada kertas statistik, Iran tampak begitu dominan. Julukan "Raja Futsal Asia" mereka sandingkan bukan tanpa alasan, melainkan buah dari 13 gelar juara yang mengukuhkan mereka sebagai kekuatan terbesar di benua itu. Rekor tersebut menjadi pencapaian yang masih jauh dari jangkauan negara Asia mana pun, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, Timnas Futsal Indonesia sedang menciptakan sejarah baru. Keberhasilan melangkah ke partai puncak ini adalah pencapaian tertinggi sepanjang keikutsertaan mereka, mengubur catatan lama yang hanya sampai di babak perempat final. Posisi sebagai underdog justru memunculkan harapan baru di kalangan suporter tanah air.

Respek Pelatih Iran untuk Lawan dan Suasana

Meski membawa beban favorit, pelatih Iran Vahid Shamsaei sama sekali tidak meremehkan kekuatan Garuda. Dalam konferensi pers jelang laga, ia justru menyampaikan respek tinggi dan mengantisipasi pertandingan yang sulit.

"Saya percaya pertandingan akan sangat menarik," ucap Shamsaei.

Ia membeberkan dua alasan utama yang membuat final ini layak dinantikan. Pertama, adalah atmosfer luar biasa yang diciptakan oleh suporter lokal. Kedua, adalah motivasi membara dari skuad Indonesia yang bermain di final perdana mereka.

"Alasannya, pertama, para penggemar di sini yang menunjukkan antusiasme serta kecintaan luar biasa terhadap olahraga ini," ungkapnya. "Kedua, kami akan menghadapi sebuah tim yang untuk pertama kalinya kami lawan, dengan motivasi yang sangat tinggi," tambahnya.

Modal Kepercayaan Diri dari Perjuangan Berat

Perjalanan Timnas Futsal Indonesia menuju final bukanlah jalan mudah. Mereka harus melalui ujian berat di semifinal melawan Jepang, tim yang juga dianggap salah satu elite Asia. Pertandingan sengit itu harus berlanjut ke babak tambahan sebelum akhirnya Indonesia menang dengan skor 5-3.

Kemenangan dramatis tersebut bukan sekadar tiket final, tetapi juga pengukuhan mental. Tim Garuda telah membuktikan mampu bertahan di bawah tekanan dan bangkit di momen-momen krusial. Pengalaman berharga ini menjadi modal berharga saat mereka menghadapi tekanan yang jauh lebih besar di partai puncak.

Panggung Pembuktian Sejarah

Dengan segala latar belakangnya, final di Jakarta Arena nanti lebih dari sekadar perebutan trofi. Bagi Iran, ini adalah kesempatan memperkuat dominasi. Bagi Indonesia, ini adalah momen bersejarah untuk membuktikan bahwa kemajuan futsal nasional adalah nyata. Pertemuan antara rekor mentereng dan semangat revolusioner ini menjanjikan sebuah tontonan berkelas yang akan dikenang dalam ingatan kolektif penggemar olahraga tanah air.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Bodyguard Arsin Disebut Hingga Rela Taruhan Potong Leher Apabila Bosnya Ditangkap Karena Pagar Laut Tayang: Jumat, 14 Februari 2025 17:55 WIB Tribun XBaca tanpa iklan Editor: Desy Selviany zoom-inBodyguard Arsin Disebut Hingga Rela Taruhan Potong Leher Apabila Bosnya Ditangkap Karena Pagar Laut Kompas.com/ Acep Nazmudin A-A+ KADES KOHOD ARSIN -- Kepala Desa Kohod, Arsin saat meninjau area laut yang memiliki SHGB dan SHM, di Desa Kohod, kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (24/1/2025) (foto kiri) dan (kanan) suasana kediaman Kepala Desa Kohod, Arsin di Kampung Kohod, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/1/2025). 400 warga Desa Kohod memburu Arsin yang kini tidak diketahui keberadaannya usai rumahnya digeledah Bareskrim. (Acep Nazmudin/ Kompas.com ) WARTAKOTALIVE.COM - Saking percaya diri dengan majikannya Kepala Desa Kohod, Arsin, seorang bodyguard atau Paspamdes disebut hingga sesumbar rela potong leher. Sesumbar seorang bodyguard Kepala Desa Kohod Arsin itu diceritakan oleh Henri Kusuma, penasihat hukum warga korban pagar laut seperti dimuat Tribunnews.com melalui BangkaPos Jumat (13/2/2025). Henri Kusuma mengungkapkan peringai Arsin bak Raja apabila berhadapan dengan rakyat jelata di Desa Kohod, Kabupaten Tangerang, Banten. Sejak menjabat pada 2021, Arsin dikenal sebagai sosok yang arogan dan tak segan memaksa warga untuk mengikuti perintahnya. Jika tidak diikuti, Arsin tak segan mengerahkan preman hingga tukang pukul. Di mata warga Kohod, Arsin seperti monster. Apapun yang dia bilang harus diikuti warga. Arogan, kata Henri Kusuma. Saking arogannya, Arsin sangat percaya diri tidak akan bisa ditangkap oleh siapapun dalam kasus pagar laut ini. BERITA TERKAIT Jadi Tersangka Persetubuhan Anak, Vadel Badjideh Terancam 15 Tahun Penjara - TribunnewsTribunnews.com Jadi Tersangka Persetubuhan Anak, Vadel Badjideh Terancam 15 Tahun Penjara Harvey Moeis Divonis 20 Tahun dan Dimiskinkan Pengadilan Tinggi Jakarta, Kuasa Hukum: Innalillahi - TribunnewsTribunnews.com Harvey Moeis Divonis 20 Tahun dan Dimiskinkan Pengadilan Tinggi Jakarta, Kuasa Hukum: Innalillahi Bukti Prabowo Berpihak untuk Rakyat Kecil, 1.641 Sertifikat Tanah untuk Warga Majalengka - TribunnewsTribunnews.com Bukti Prabowo Berpihak untuk Rakyat Kecil, 1.641 Sertifikat Tanah untuk Warga Majalengka Hasan Nasbi: Kalau Habis Kontrak Jangan Bilang Terkena PHK karena Efisiensi - TribunnewsTribunnews.com Hasan Nasbi: Kalau Habis Kontrak Jangan Bilang Terkena PHK karena Efisiensi Reza Gladys Mengaku Diancam hingga Diperas Rp 5 Miliar, Nikita Mirzani Sebut Ongkos Endorsement - TribunnewsTribunnews.com Reza Gladys Mengaku Diancam hingga Diperas Rp 5 Miliar, Nikita Mirzani Sebut Ongkos Endorsement Reaksi Hasto Kristiyanto Jelang Sidang Putusan Praperadilan Penetapan Tersangkanya Digelar Besok - TribunnewsTribunnews.com Reaksi Hasto Kristiyanto Jelang Sidang Putusan Praperadilan Penetapan Tersangkanya Digelar Besok Dikabarkan Sudah Menikah dengan Dito Mahendra, Ini Pengakuan Nindy Ayunda - TribunnewsTribunnews.com Dikabarkan Sudah Menikah dengan Dito Mahendra, Ini Pengakuan Nindy Ayunda Kecewa Berat Vonis Praperadilan Hasto Kristiyanto, Kuasa Hukum Singgung Soal Peradilan Sesat - TribunnewsTribunnews.com Kecewa Berat Vonis Praperadilan Hasto Kristiyanto, Kuasa Hukum Singgung Soal Peradilan Sesat Hal itu juga dikatakan oleh Arsin dan para antek-anteknya saat menemui Henri dan tim beberapa waktu yang lalu. Bahkan dia menantang Presiden untuk menangkapnya usai polemik pagar laut mencuat ke publik. Baca juga: Pengacara Kades Kohod Tegas Membantah Arsin Palsukan Surat Izin Pagar Laut Tangerang “Dia bilang sambil tangan sambil menepuk dada kiri, ‘Enggak ada yang bisa penjarain gue, sekalipun presiden.’ Itu yang dia katakan,” ujar Henri menirukan ucapan Arsin. Tidak hanya Arsin, para pengawalnya pun bersikap penuh percaya diri. Bahkan seorang Bodyguard Arsin menantang potong leher apabila majikannya tertangkap. Bodyguard-nya bilang begitu juga, Iris kuping gue kalau Arsin (bisa) ketangkap. Eh, jangan kuping deh, tapi leher aja, kalau kuping gue belum mati. Itu kata paspamdesnya tuh, kata Henri sembari menirukan ucapan anak buah Arsin. Sebelum masalah pagar laut ini muncul, Henri mengatakan dua orang suruhan Arsin sempat mendatanginya dan meminta agar masalah ini tidak dibawa lebih jauh, bahkan menawarkan ganti rugi tanah warga yang terdampak. Namun, setelah laporan banyak yang masuk, Arsin dan sekretaris desanya, Ujang Karta, justru menghindar dan menolak bertemu. Ketika saya ajak ketemu, mereka tidak mau. Kami sudah lapor ke banyak tempat. Saya bilang, sudah terlambat, sebentar lagi Arsin akan jadi tersangka, tegas Henri. Hingga berita diturunkan, Tribunnews.com belum mendapatkan konfirmasi Arsin dan masih berusaha meminta tanggapan dari Arsin perihal pengakuan dari Henri Kusuma ini

Terkini