DPRD Minta Transparansi Anggaran Modifikasi Cuaca
Sementara itu, Ali Lubis, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, meminta Pemprov DKI transparan mengenai anggaran yang dialokasikan untuk operasi modifikasi cuaca ini. Ia juga menyoroti pentingnya kejelasan mengenai efektivitas langkah tersebut.
"Prinsipnya saya mendukung dan setuju jika Pemprov Jakarta melakukan modifikasi cuaca sebagai sarana untuk mengantisipasi banjir. Tapi saya minta kepada Pemprov Jakarta agar terbuka dan transparan, disampaikan ke publik berapa biaya untuk modifikasi cuaca dari tanggal 5 sampai 10 November 2025, dan seberapa efektif jika itu dilakukan," kata Ali Lubis.
Ali Lubis yang juga merupakan Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur mengingatkan agar anggaran untuk modifikasi cuaca ini tidak membebani masyarakat.
"Karena jangan sampai biaya yang dikeluarkan untuk modifikasi cuaca tidak bermanfaat sama sekali, sebab biaya yang digunakan adalah uang rakyat," pungkasnya.
Dengan adanya operasi modifikasi cuaca ini, diharapkan intensitas hujan di Jakarta dapat dikendalikan sehingga risiko banjir, terutama dari limpasan air hulu, dapat diminimalisir. Evaluasi menyeluruh pasca-operasi juga dinilai krusial untuk menentukan efektivitas dan kelanjutan kebijakan serupa di masa depan.
Artikel Terkait
Lalu Lintas Puncak Capai 89 Ribu Kendaraan dalam Sehari Pascalebaran
Kemacetan Puncak Capai Puncak, 89 Ribu Mobil Melintas dalam 22 Jam
Kim Jong-un Tetapkan Status Nuklir Permanen dan Sebut Korea Selatan Negara Paling Bermusuhan
Kemacetan Puncak Capai Puncak di H+2 Lebaran, 89 Ribu Kendaraan Memadati Jalan