Setelah insiden tersebut, pasukan keamanan berhasil menyita bukti-bukti penting termasuk tujuh kendaraan, berbagai senjata berkekuatan tinggi, serta peralatan taktis milik kartel.
Konflik bersenjata ini terjadi di tengah situasi Sinaloa yang telah bergolak selama lebih dari setahun akibat perang antar faksi dalam sebuah kartel lokal yang kuat. Data menunjukkan kekerasan ini telah menewaskan sedikitnya 1.700 orang, termasuk 57 anak di bawah umur, serta menyebabkan hampir 2.000 orang dinyatakan hilang.
Pemicu utama konflik internal kartel ini adalah penangkapan Ismael "El Mayo" Zambada, pemimpin historis kelompok tersebut. Zambada dikhianati dan dibawa ke Amerika Serikat pada Juli 2024 oleh putra mantan rekannya, Joaquin "Chapo" Guzman, yang memicu perebutan kekuasaan dalam organisasi kriminal tersebut.
Artikel Terkait
Netanyahu Tegaskan Serangan ke Lebanon Berlanjut, Tawarkan Negosiasi Damai
Dosen Universitas Budi Luhur Dinonaktifkan Usai Dugaan Pelecehan terhadap Mahasiswi
Iran Klaim Kemenangan dan Tegaskan Kendali Baru atas Selat Hormuz
Akademisi Saiful Mujani Dilaporkan ke Polda Terkait Dugaan Penghasutan