Kasus Penggelapan Dana Konser TWICE Rp 10 Miliar: Berkas Fransiska Dwi Melani Lengkap, Segera Disidang

- Senin, 03 November 2025 | 19:30 WIB
Kasus Penggelapan Dana Konser TWICE Rp 10 Miliar: Berkas Fransiska Dwi Melani Lengkap, Segera Disidang

Berkas perkara kasus dugaan penggelapan dana konser TWICE yang menjerat Fransiska Dwi Melani, bos promotor Mecimapro, kini telah lengkap. Polda Metro Jaya telah menyelesaikan pelengkapan berkas dan menyerahkannya secara resmi ke Kejaksaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa seluruh petunjuk (P-19) dari Kejaksaan telah dipenuhi. "Kami akan menghadap ke kejaksaan hari ini untuk menyerahkan kembali berkas perkara," ujarnya pada Senin (3/10/2025).

Proses pemberkasan terus dilakukan penyidik. Budi menegaskan bahwa masa penahanan tersangka sudah tidak dapat diperpanjang lagi, menandai tahap lanjutan proses hukum.

Modus Penggelapan Dana Konser TWICE Rp 10 Miliar Terungkap

Fransiska Dwi Melani ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penggelapan dana penyelenggaraan konser girl band Korea TWICE senilai Rp 10 miliar. Kasus ini bermula dari laporan korban, WTU, direktur PT MIB (40), yang menjalin kerja sama dengan tersangka pada Oktober 2023.

Menurut AKBP Reonald Simanjuntak dari Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, korban dijanjikan keuntungan 23 persen dari investasi dalam penyelenggaraan konser TWICE di Jakarta. "Korban tertarik dan menyerahkan uang sebesar Rp 10 miliar," jelas Reonald pada Jumat (31/10).

Namun, janji keuntungan itu tidak kunjung direalisasikan. Korban tidak menerima bagi hasil maupun pengembalian modal, sehingga melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya pada 10 Januari 2025.

Barang bukti yang diserahkan dalam laporan meliputi satu lembar surat perjanjian, satu lembar bukti penyelenggaraan, satu lembar surat pemutusan kontrak, dan tiga lembar somasi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar