KP2MI dan Kemensos Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Pekerja Migran Melalui Sekolah Rakyat
Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menjalin kemitraan strategis dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menyukseskan program Sekolah Rakyat dan meningkatkan kompetensi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kerja sama ini secara resmi dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri KP2MI Mukhtarudin dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta.
Mukhtarudin menegaskan bahwa tujuan utama kolaborasi ini adalah memperkuat sinergi antar lembaga pemerintah guna meningkatkan kualitas layanan kepada pekerja migran secara komprehensif, mulai dari tahap pra-penempatan, selama penempatan, hingga pasca-penempatan.
"Sesuai dengan program prioritas presiden, khususnya Sekolah Rakyat, KP2MI akan bersinergi dengan Kemensos untuk mengoptimalkan program tersebut dengan memasukkan materi khusus mengenai pekerja migran," jelas Mukhtarudin.
Dukungan Langsung untuk Arahan Presiden
Inisiatif ini sejalan dengan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya peningkatan perlindungan dan kapasitas sumber daya manusia pekerja migran Indonesia. Kolaborasi ini dirancang untuk terintegrasi penuh dengan kurikulum Sekolah Rakyat, khususnya bagi lulusan yang berminat bekerja ke luar negeri.
"Kami akan memasukkan kurikulum khusus mengenai pekerja migran ke dalam Sekolah Rakyat agar program KP2MI dapat terintegrasi dengan instrumen negara yang sudah ada sejak dini," tambah Mukhtarudin.
Fokus Pada Penguasaan Bahasa Asing
Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah mempersiapkan lulusan Sekolah Rakyat dengan kemampuan bahasa asing untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional. Kemampuan bahasa seringkali menjadi kendala utama bagi PMI selama bekerja di luar negeri.
"Kami akan mempersiapkan pembelajaran bahasa Inggris, Arab, Jepang, Korea, Mandarin, dan kemungkinan bahasa Jerman untuk memenuhi permintaan dari negara-negara Eropa dan Eropa Timur," ungkap Mukhtarudin.
Persiapan Menuju Dunia Kerja Global
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyambut positif kerja sama ini. Menurutnya, melalui kolaborasi ini, siswa Sekolah Rakyat yang ingin bekerja di luar negeri dapat memperoleh pengetahuan dan persiapan lebih awal.
Saat ini terdapat 166 titik Sekolah Rakyat yang beroperasi dengan 6.700 siswa di tingkat SMA yang diperkirakan akan lulus pada tahun 2028. Bagi lulusan yang memilih untuk bekerja di luar negeri, mereka akan mendapatkan pendidikan tambahan khususnya di bidang bahasa.
"Kami berharap KP2MI dapat memberikan pembelajaran sejak dini terkait penempatan pekerja migran bagi siswa yang berminat," tutup Saifullah.
Artikel Terkait
Wamen Ekraf: Jurnalisme Berintegritas Fondasi Demokrasi dan Penggerak Perempuan
Bocah 6 Tahun Kritis Tertembak Senapan Angin Saat Ayah Bersihkan Senjata
Motul Indonesia Luncurkan Pelumas Baru Berstandar API SQ di IIMS 2026
Jakarta Gelar Taste of Australia, Chef Callum Hann Pererat Hubungan Kuliner