Ketua Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Makassar, Amson Padolo, menyampaikan kekecewaannya yang mendalam. Menurut Amson, ada dua poin dalam materi Pandji yang sangat melukai perasaan masyarakat Toraja: pernyataan tentang kemiskinan akibat pesta adat dan penggambaran penempatan jenazah di ruang tamu.
Amson menegaskan bahwa praktik penyimpanan jenazah dalam tradisi Toraja dilakukan dengan penuh hormat dan aturan yang jelas. Jenazah disemayamkan di ruang khusus, bukan di ruang tamu seperti yang disampaikan Pandji. Jika keluarga belum mampu mengadakan upacara, akan ada kesepakatan bersama untuk pemakaman yang layak.
Tuntutan Permintaan Maaf secara Terbuka
PMTI menuntut pertanggungjawaban moral dari Pandji Pragiwaksono. Organisasi ini meminta komika tersebut untuk meminta maaf secara terbuka atas materi komedi yang dianggap melecehkan budaya Toraja. Amson menekankan bahwa kasus ini seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menghormati budaya daerah manapun, termasuk dalam konteks humor sekalipun.
Kontroversi ini menyoroti pentingnya sensitivitas budaya dalam konten hiburan, terutama ketika menyangkut tradisi dan adat istiadat yang dipegang teguh oleh komunitas tertentu di Indonesia.
Artikel Terkait
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Bandara Lombok Diprediksi 29 Maret
Ancol Jadi Pilihan Warga Hindari Macet dan Boros Saat Libur Lebaran
Ancol Jadi Alternatif Warga Jabodetabek Hindari Macet Puncak Saat Lebaran
KPK Benarkan Yaqut Cholil Qoumas Beralih Status Jadi Tahanan Rumah