Tanggul Jakarta Selatan Jebol, Pemprov DKI Gunakan Dana BTT untuk Perbaikan Segera

- Minggu, 02 November 2025 | 22:35 WIB
Tanggul Jakarta Selatan Jebol, Pemprov DKI Gunakan Dana BTT untuk Perbaikan Segera

Tanggul Jakarta Selatan Rusak Akibat Hujan Deras, Pemprov Gunakan Dana BTT untuk Perbaikan

Delapan tanggul di Jakarta Selatan mengalami kerusakan akibat hujan deras yang terjadi beberapa waktu lalu. Kerusakan infrastruktur ini mencakup lima tanggul jebol dan tiga tanggul lainnya yang mengalami longsor di berbagai lokasi.

Penanganan Segera dengan Dana Belanja Tak Terduga

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera melakukan perbaikan tanggul menggunakan anggaran belanja tak terduga (BTT). Pernyataan ini disampaikan Rano usai menghadiri pembukaan Popnas-Peparpenas di Velodrome, Jakarta Timur.

"Kami telah menyiapkan anggaran belanja tidak terduga untuk penanganan segera kerusakan tanggul di Jakarta Selatan," tegas Rano Karno.

Perbaikan Sementara dan Rencana Jangka Panjang

Saat ini, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta telah melakukan penanganan darurat dengan membangun tanggul sementara menggunakan karung berisi pasir dan crucuk kayu dolken. Metode ini bertujuan mencegah limpasan air agar tidak meluas ke pemukiman warga.

Hendri, Sekretaris Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, menjelaskan bahwa perbaikan fisik permanen diperkirakan memakan waktu 2-3 bulan, disesuaikan dengan kondisi cuaca dan ketinggian muka air di lapangan.

Penyebab Kerusakan Tanggul di Jakarta Selatan

Kerusakan tanggul disebabkan oleh beberapa faktor utama:

  • Tingginya debit air di Kali Krukut, Kali Mampang, dan PHB Pulo
  • Kapasitas sungai dan tinggi tanggul yang tidak mampu menahan debit air
  • Pengikisan dinding tanggul oleh curah hujan ekstrem

Kesiapsiagaan Menghadapi Cuaca Ekstrem

Pemprov DKI Jakarta telah membentuk satuan tugas khusus yang siap bergerak cepat saat hujan turun tanpa menunggu laporan. Satgas ini telah memetakan wilayah-wilayah rawan seperti daerah dengan pohon besar dan drainase lambat.

"Prinsip kami adalah jangan menunggu pohon tumbang baru bergerak. Satgas sudah dalam kondisi siap siaga," pungkas Rano Karno.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar