Kebangsaan Progresif Ibas Yudhoyono: Strategi Indonesia Hadapi Tantangan Global Menuju 2045

- Minggu, 02 November 2025 | 21:00 WIB
Kebangsaan Progresif Ibas Yudhoyono: Strategi Indonesia Hadapi Tantangan Global Menuju 2045

Kuliah Umum Ibas Edhie Baskoro Yudhoyono di UI Bahas Kebangsaan Progresif dan Tantangan Global

Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, memberikan kuliah umum bersama Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia (UI). Dalam paparannya bertajuk 'Dari Ide ke Aksi: Refleksi Kebangsaan, Kepemimpinan, dan Tantangan Global', Ibas menekankan pentingnya semangat kebangsaan yang hidup dan relevan dengan zaman.

Menjawab Tantangan Global dengan Kebangsaan Progresif

Ibas menyoroti kondisi dunia saat ini yang dihadapkan pada disinformasi dan ketidakpercayaan antara negara, rakyat, dan pemimpin. "Masyarakat dibanjiri berita positif dan negatif, namun tidak sedikit pula yang menimbulkan ketidakpercayaan publik kepada pemimpin," ujarnya dalam diskusi publik bertema 'Kebangsaan Progresif: Membangun Indonesia Melalui Gagasan dalam Menghadapi Tantangan Global' di Institute for Advancement of Science Technology & Humanity (IASTH) UI, Jakarta.

Ia menegaskan bahwa ide kebangsaan harus diterjemahkan menjadi kebijakan publik yang berdampak langsung, dengan landasan moral, ilmu pengetahuan, dan kemajuan teknologi. Ibas menyampaikan dunia telah berubah dengan tantangan baru seperti krisis energi, pangan, iklim, disrupsi teknologi, kecerdasan buatan, serta polarisasi sosial.

Dari Nasionalisme Defensif Menuju Kebangsaan Progresif

Menurut Ibas, nasionalisme lama yang bersifat defensif perlu bergeser menjadi kebangsaan progresif yang terbuka, reflektif, dan ilmiah. "Nasionalisme kini harus menatap dunia, bukan menolak dunia. Kebangsaan tidak hanya dibicarakan, tapi dikerjakan," tegas Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur VII tersebut.

Kebangsaan progresif dapat diwujudkan melalui pendidikan karakter digital, diplomasi kebudayaan, dan riset strategis berbasis IPTEK. Ia mengutip pesan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), 'kita tidak bisa mengubah arah angin, tapi kita bisa menyesuaikan layar'.

Strategic Foresight dan Peran Indonesia di Dunia

Ibas menekankan pentingnya kepemimpinan visioner di tengah dinamika global. Dunia kini menuntut strategic foresight, dengan pemimpin yang progresif, visioner, kolaboratif, dan adaptif. "Pemimpin tidak hanya reaktif, tapi antisipatif. Harus inspiratif, bukan instruktif," kata Ibas.

Harapannya adalah agar Indonesia menjadi subjek, bukan objek dunia. Tantangannya adalah bagaimana Indonesia dapat berdaulat digital, melakukan transisi energi, dan menjaga stabilitas maritim. Solusi yang ditawarkan meliputi kolaborasi diplomatik, inovasi SDM dan riset, serta penguatan ketahanan sosial-ekonomi.

Tiga Langkah Indonesia Progresif Menuju Indonesia Emas 2045

Dalam paparannya, Ibas menjelaskan konsep 'Tiga Langkah Indonesia Progresif':

  1. Kesadaran Baru
  2. Dorong Inovasi
  3. Etika Publik

Langkah ini perlu dilandasi oleh cinta Tanah Air, berpikir kritis dan solutif, menjadikan IPTEK sebagai instrumen kemandirian, serta membangun kepemimpinan berbasis integritas untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045.

Refleksi untuk Peran Universitas Indonesia

Ibas menyampaikan tiga pertanyaan refleksi penting untuk UI sebagai pusat pemikiran strategis:

  1. Bagaimana konsep kebangsaan progresif dapat diintegrasikan dalam diplomasi luar negeri Indonesia?
  2. Bagaimana menciptakan strategic leaders dalam ranah diplomasi internasional?
  3. Bagaimana kampus dapat menjadi ekosistem digital, moral, dan intelektual dalam politik nasional?

Apresiasi dari Akademisi dan Mahasiswa UI

Direktur SPPB UI, Prof Dr Drs Supriatna, menyampaikan terima kasih kepada Ibas yang telah memberikan semangat kepada para mahasiswa untuk berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.

Dari kalangan mahasiswa, Ketua Umum FORMA SPPB UI Rosabella Izza menyampaikan harapan untuk dapat bersilaturahmi ke MPR/DPR RI. Sementara mahasiswa Prodi Kajian Ketahanan Nasional, Anthea, mengapresiasi kesempatan berdiskusi langsung dengan para akademisi, eksekutif, dan legislatif.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pimpinan SPPB UI, narasumber dari kalangan legislatif, dan diikuti mahasiswa dari berbagai program studi termasuk Ilmu Lingkungan, Kajian Stratejik dan Global, Manajemen Bencana, serta berbagai kajian wilayah.

Komentar