Hingga berita ini diturunkan, masih ada satu siswa yang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Menurut Endah, siswa tersebut masih memerlukan pemantauan intensif terkait kondisinya.
"Untuk sementara datanya itu, dan sudah ditangani tim kesehatan di rumah sakit. Masih ada yang dirawat di rumah sakit sampai sekarang," jelasnya.
Informasi serupa juga dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman. Berdasarkan data yang dihimpun, satu siswa masih dirawat di RSUD Saptosari. Sementara itu, puluhan siswa lainnya yang sempat mendapat perawatan di puskesmas telah diperbolehkan pulang.
"Kemarin ada 26 (siswa) yang di puskesmas, tapi sudah pulang ke rumah. Tapi ada satu yang di rumah sakit itu, karena masih ada perlu tindak lanjut. Masih satu orang dirawat," ujar Suhirman.
Insiden keracunan massal ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam program Makan Bergizi Gratis untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran di Stasiun Jakarta Capai 52 Ribu Penumpang per Hari
Harga Sembako Melonjak di Pasar Lebak Jelang Idulfitri 2026
Karyawan Freeport Indonesia Santuni 700 Anak Yatim dan Dhuafa di Momen Ramadan
Pemerintah Perketat Pengawasan Harga Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran