Angkutan kota (angkot) di Kota Serang, Banten, mengeluhkan sepinya penumpang. Kondisi ini membuat para sopir mengaku tak mampu membayar pajak kendaraan dan uji KIR.
Pantauan di kawasan Warung Pojok, Kota Serang, Rabu (12/8/2026), sejumlah angkot jurusan Warung Pojok-Petir terlihat ngetem di pinggir jalan. Sudah satu jam menunggu, tak ada angkot yang berjalan karena tak ada penumpang.
Kondisi angkot di pangkalan itu beragam. Ada yang bodinya masih mulus, ada pula yang tak memiliki bemper belakang. Selain itu, beberapa nomor kendaraan sudah mati pajaknya, bahkan ada yang sejak 2018.
Salah satu sopir angkot, Said, merasakan penumpang berkurang sejak 2010. Kondisi itu membuat sopir jarang narik ke Petir. "Banyak nongkrongnya. Paling ngetem, bawa penumpang dua orang udah jalan. Bawa dua orang paling jalan," ujar Said.
Karena jarang mendapat pemasukan, ia pun menyebut tak mampu membayar pajak kendaraan dan KIR. Ia mengaku pajak kendaraannya sudah mati sejak lima tahun lalu. "Ya gimana, uangnya susah," ucapnya.
Sopir lain, Juned, pun mengeluhkan sepinya penumpang. Ia mengatakan, sejak pagi hingga pukul 10.00 WIB, dari Petir ke Warung Pojok, hanya mendapatkan uang Rp 2.000. "Teman saya juga, dia baru dapat Rp 5.000," katanya.
Ia pun menyebut bukan tidak ingin membayar pajak kendaraan, tetapi saat ini kondisinya sedang sulit. "Teman-teman di sini, bukannya nggak mau, bukannya anti, tapi kan nggak ada uangnya," katanya.
Ia pun meminta agar pemerintah daerah memberikan solusi agar angkot-angkot kembali ramai penumpang. "Carikan solusinya supaya kembali ramai. Saya sering dari rumah bekal Rp 50 ribu, pulang cuma dapat Rp 20 ribu," ujarnya.
Artikel Terkait
Pelajar SMP Alami Pelecehan Seksual di Angkot, Polisi Selidiki
Polemik Syarat Pajak Kendaraan untuk Beli BBM Subsidi, Pengamat Sebut Tak Ada Dasar Hukum
Trauma Usai Dilecehkan di Angkot, Wanita Ini Kapok Naik Angkutan Kota di Bogor
Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa Dicicil di Koperasi Perusahaan dan Desa di Bekasi