Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan progres program gentengnisasi yang akan dikerjakan secara massif bersamaan dengan program bedah rumah sebanyak 400.000 unit di seluruh Indonesia. Hal itu disampaikan usai rapat bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Menurut Ara, program tersebut didasarkan pada data BPS. "Tadi sudah dikumpulkan Kepala BPS se-Indonesia ya. Beberapa hal penting atas arahan Pak Mendagri bagaimana semua berbasis data. Datanya dari BPS," ujarnya kepada wartawan.
Dia menegaskan bahwa program gentengnisasi akan langsung dieksekusi bersamaan dengan program bedah rumah. "Program strategis dan niat baik dari Presiden Prabowo, contoh soal gentengnisasi itu akan langsung dieksekusi dengan masif dari program bedah rumah ini di 400.000 rumah di seluruh Indonesia," ungkapnya.
Ara menambahkan, sebagai pembantu Presiden, pihaknya tidak memiliki visi-misi sendiri. "Yang ada hanya visi-misi Presiden. Dan kita menjalankan itu di lapangan dengan tata kelola yang baik, kualitas yang baik, penyerapan yang baik, dan koordinasi yang baik karena tidak mungkin bekerja sendirian," lanjutnya.
KemenPKP akan menyiapkan nota kesepahaman (MoU) dengan BPS dan Kemendagri terkait data dan koordinasi pelaksanaan program. "Kemudian juga dengan arahan Bapak Mendagri tadi, kita juga akan menyiapkan MoU bagaimana kita bertiga terkait data koordinasi dari Pak Mendagri, kami men-support secara teknis," jelas Ara.
Rincian Program Bedah Rumah
Ara merinci, program bedah rumah mencakup 15.000 unit untuk Warga Negara Indonesia (WNI) di perbatasan, 8.000 unit untuk penderita tuberkulosis (TBC), serta 10.000 rumah untuk program Sekolah Rakyat Kementerian Sosial. "Yang terkena bagian dari penyakit TBC juga kita prioritaskan ada 8.000," tuturnya.
"Untuk Sekolah Rakyat dengan Bapak Menteri Sosial Pak Saifullah Yusuf, kita siapkan 10.000 rumah. Kemudian juga di sektor kebudayaan dengan Pak Fadli Zon juga kita bekerja sama," tambahnya.
Ara mengatakan program tersebut merupakan contoh kerja sama antarmenteri di Kabinet Merah Putih. Hal itu telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. "Itulah contoh kita menteri-menteri dari Bapak Presiden Prabowo ini di Kabinet Merah Putih bisa bekerja sama dengan baik, saling membantu dan tolong-menolong. Dan ini sudah saya laporkan kepada Bapak Presiden bahwa gerakan bedah rumah ini sangat dicintai dan diminati oleh rakyat Indonesia," tutupnya.
Artikel Terkait
Mendagri Tito Minta Pemda Percepat Bedah Rumah 400 Ribu Unit pada 2026
Mendagri Minta Pemda Percepat Bedah Rumah 400 Ribu Unit pada 2026
Mayoritas Pembaca Tak Minat KPR 40 Tahun, Khawatir Utang Terlalu Lama
Polres Inhil Bedah Rumah Warga dan Bangun Sumur Bor di Hari Bhayangkara ke-80