KLH Imbau Warga Jauhi Radius 1,7 Km dari TPA Jatiwaringin, 139 Kasus ISPA Terdata

- Minggu, 05 Juli 2026 | 06:25 WIB
KLH Imbau Warga Jauhi Radius 1,7 Km dari TPA Jatiwaringin, 139 Kasus ISPA Terdata

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar radius 1,7 kilometer dari titik pusat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Imbauan ini dikeluarkan setelah analisis data pemantauan dan simulasi pemodelan teknis menunjukkan konsentrasi partikel PM2.5 yang berbahaya bagi pernapasan.

"Dari analisa data pantau (hingga 3 Juli malam) dan elaborasi data BMKG maka dengan simulasi pemodelan teknis parameter kunci PM2.5 yang berbahaya bagi pernafasan langsung/potensi penyebab ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), maka diperkirakan batas aman warga untuk berada di luar jarak (radius) 1,7 km dari titik pusat TPA Jatiwaringin," kata Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).

Hingga saat ini, tercatat 139 kasus ISPA dan 50 warga telah diungsikan ke kantor desa setempat yang dinilai aman dari dampak asap. Pemerintah Kabupaten Tangerang menanggung seluruh biaya pengobatan dan telah menetapkan status darurat bencana.

"Seluruh pengobatan ditanggung oleh Pemda Kabupaten Tangerang. Pemkab Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang sudah berkoordinasi dengan BNPB untuk meminta bantuan pemadaman dari udara atau Helikopter," jelas Jumhur.

Sejumlah langkah keselamatan telah dilakukan, termasuk evakuasi warga, penerjunan tim medis, dan pembagian masker. KLH juga memasang alat pemantau kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran, meliputi dua stasiun pemantau bergerak, tiga alat portabel di permukiman terdampak, dan satu alat di lokasi pengungsian.

Upaya pemadaman melibatkan helikopter, 18 unit mobil pemadam kebakaran, dan 30 personel yang berpengalaman menangani kebakaran lahan gambut. Pemadaman dilakukan dari udara, permukaan, dan injeksi pada kedalaman timbunan sampah. Koordinasi dengan BNPB juga dilakukan untuk membuat hujan buatan, mengingat BMKG memperkirakan adanya potensi awan pada Minggu (5/7).

Kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/6). Angin kencang dan cuaca panas disebut sebagai faktor yang mempercepat penyebaran api.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags