Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Banten, mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peningkatan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Imbauan ini disampaikan demi menjaga keselamatan warga dari potensi dampak aktivitas vulkanik yang meningkat.
"Kita sudah menyampaikan peringatan waspada erupsi Gunung Anak Krakatau kepada masyarakat, aparatur kecamatan hingga desa," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Strategi BPBD Pandeglang, Acep Firmansyah, di Pandeglang, Sabtu (4/7/2026).
Meski situasi di pesisir pantai Pandeglang terpantau relatif aman, Acep meminta warga tetap tenang namun waspada. Aktivitas sehari-hari seperti jual beli di pasar dan pelayanan kesehatan di puskesmas serta rumah sakit masih berjalan normal.
Status aktivitas vulkanik GAK saat ini berada di Level III atau Siaga, naik dari sebelumnya Level II atau Waspada. BPBD mengingatkan nelayan, wisatawan, dan warga untuk tidak mendekati kawasan GAK dalam radius lima kilometer dari gunung karena khawatir terdampak bebatuan pijar.
"Kami minta nelayan, wisatawan, dan warga agar tidak mendekati kawasan GAK, karena khawatir terdampak bebatuan pijar. Petugas merekomendasikan radius lima kilometer dari gunung," ucap Acep.
Sejumlah pedagang di Labuan, Pandeglang, mengaku tetap beraktivitas seperti biasa karena sudah terbiasa dengan peningkatan erupsi GAK. Suherman, warga Labuan, menyatakan kewaspadaan tetap dijaga agar tidak terulang bencana tsunami 2018 yang menewaskan ratusan orang dan menyebabkan ribuan lainnya mengungsi.
Artikel Terkait
Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau, PVMBG: Itu Hasil AI
Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Siaga, Kapal di Selat Sunda Diminta Waspada
Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Siaga, Kapal Dilarang Mendekat Radius 5 Km
Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Radius Bahaya 3 Kilometer