Yayasan AHM Bina 24 Bengkel Muda, Raup Omzet Rp7,9 Miliar dalam Setahun

- Senin, 29 Juni 2026 | 16:00 WIB
Yayasan AHM Bina 24 Bengkel Muda, Raup Omzet Rp7,9 Miliar dalam Setahun

Program pembinaan bengkel yang dijalankan Yayasan Astra Honda Motor (AHM) melalui Astra Honda Youthpreneurship Program (AHYPP) menunjukkan hasil yang signifikan. Sepanjang satu tahun terakhir, 24 bengkel binaan berhasil membukukan total omzet lebih dari Rp7,9 miliar. Tak hanya itu, jaringan bengkel tersebut juga menyerap 43 tenaga kerja, mencerminkan dampak nyata dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan yayasan.

Pelatihan terbaru bagi para pemilik bengkel binaan digelar pada 25-26 Juni 2026 di Bandar Lampung. Kegiatan itu menghadirkan materi teori dan praktik untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing para pelaku usaha di bidang perbengkelan. Perkembangan usaha para peserta juga terlihat dari adanya ekspansi bisnis. Beberapa bengkel telah membuka cabang baru, di antaranya MAN Motor di Yogyakarta dan Bali Motor di Bali. Selain mengembangkan usaha, bengkel-bengkel binaan juga berperan sebagai tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK), sehingga memberikan pengalaman kerja langsung bagi generasi muda.

Pemilik Bengkel Bali Motor di Karangasem, Bali, Agus Eka Guncara Bisma, mengaku merasakan manfaat dari pendampingan yang diberikan yayasan. Saat ini usahanya telah mampu membuka lapangan kerja bagi tujuh orang karyawan.

"Pendampingan dan penguatan kompetensi yang diberikan Yayasan AHM membantu saya mengembangkan usaha sehingga omzet meningkat dan jangkauan pelanggan menjadi lebih luas. Seiring perkembangan usaha, kami juga dapat membuka peluang kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, termasuk bagi siswa SMK almamater saya, SMK Negeri 1 Manggis, Karangasem, Bali," ujar Agus.

Tingkatkan Kapasitas Pengusaha Bengkel

Untuk memperkuat kemampuan para peserta dalam mengelola usaha, Yayasan AHM kembali menggelar pelatihan lanjutan bertema 'Tingkatkan Kapasitas, Menuju Bengkel Berkualitas'. Pelatihan itu diikuti 18 pemilik bengkel binaan dari Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Kalimantan Selatan. Mereka dibekali berbagai kompetensi yang dibutuhkan dalam mengembangkan bisnis, mulai dari kepemimpinan, komunikasi, digitalisasi, hingga pemasaran.

Selain pembelajaran di dalam kelas, peserta juga mengikuti kegiatan Selling & Survival Challenge untuk mengasah kemampuan komunikasi, kreativitas, kerja sama tim, rasa percaya diri, dan keterampilan menjual dalam kondisi nyata. Para peserta juga melakukan kunjungan ke Bengkel Arizal Service di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Melalui kunjungan tersebut, mereka mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan bengkel, pengembangan layanan, serta strategi pertumbuhan bisnis.

Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan keberhasilan sebuah bengkel tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan pemilik usaha dalam memimpin dan mengembangkan bisnis.

"Program ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat. Kami ingin para generasi muda pemilik bengkel binaan tidak hanya menjadi mekanik yang andal, tetapi juga menjadi wirausaha yang mampu memimpin tim, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, memberikan layanan terbaik kepada pelanggan, serta mengembangkan usahanya secara mandiri," ujar Muhibbuddin.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags