Ukraina kembali melancarkan serangan pesawat tak berawak jarak jauh ke wilayah Rusia. Sebuah kilang minyak utama di selatan Rusia terbakar pada Minggu (28/6/2026) setelah dihantam drone, dan sedikitnya dua orang dilaporkan tewas.
Serangan ini merupakan bagian dari kampanye Ukraina yang terus ditingkatkan untuk menyerang infrastruktur militer dan energi Rusia. Tujuannya, menurut pejabat di Kiev, adalah untuk membatasi ruang gerak Moskow dalam perang dan membuat Rusia merasakan dampak langsung dari invasi yang dilancarkannya.
Kampanye jarak jauh ini dinilai efektif oleh para analis Barat. Pasokan bahan bakar dan pengiriman militer Rusia mulai tercekik, dan laju operasi Rusia di medan perang ikut melambat. Hal ini diyakini menambah tekanan pada Kremlin untuk bersedia bernegosiasi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, melalui akun Telegram resminya, mengonfirmasi serangan tersebut. “Sanksi jarak jauh kami telah mencapai dua kilang minyak di Rusia,” tulisnya. “Setiap serangan berarti pengurangan sumber daya yang mendukung mesin perang Rusia, dan langkah lain menuju perdamaian.”
Gubernur setempat Veniamin Kondratyev mengatakan, puing-puing drone yang jatuh memicu kebakaran di Kilang Slavyansk-na-Kubani. Satu orang tewas di Slavyansk dan satu lainnya luka-luka di desa terdekat.
Kilang Slavyansk merupakan salah satu yang terbesar di Rusia selatan, dengan kapasitas pengolahan hampir 4 juta ton minyak mentah per tahun. Fasilitas ini menjadi pemasok utama produk minyak bumi untuk ekspor melalui pelabuhan Laut Hitam, termasuk bahan bakar minyak, nafta, dan bahan bakar kapal.
Foto dan video yang beredar di media sosial Rusia memperlihatkan kepulan asap tebal membubung di atas fasilitas tersebut. Namun kebenaran gambar itu belum dapat diverifikasi secara independen.
Zelenskyy juga mengklaim bahwa kilang minyak kedua di wilayah Yaroslavl, sekitar 700 kilometer dari perbatasan Ukraina, turut menjadi sasaran serangan malam hari.
Artikel Terkait
Jadwal Salat dan Buka Puasa Surabaya, 29 Juni 2026
Gus Yaqut Dibantarkan ke RS Polri, KPK Kawal Ketat Proses Perawatan
Pesawat Terjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Tabrak Lari di Semarang: Hyundai Ngebut, Lima Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun