Kapolri Mutasi Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Audie Latuheru Putra Daerah Merauke Resmi Jabat Posisi Baru

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:55 WIB
Kapolri Mutasi Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Audie Latuheru Putra Daerah Merauke Resmi Jabat Posisi Baru

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali merombak sejumlah jabatan strategis di lingkungan Korps Bhayangkara. Salah satu posisi yang berganti adalah Kapolda Papua Barat Daya, yang kini dipercayakan kepada Brigjen Pol. Audie Latuheru. Penunjukan ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri nomor ST/1335/VI/KEP./2026 yang diterbitkan pada 25 Juni 2026.

Dalam surat telegram tersebut, perwira tinggi bernama lengkap Yulius Audie Sonny Latuheru itu menggantikan Brigjen Pol. Gatot Haribowo. Gatot sendiri dimutasi sebagai perwira tinggi (pati) Polda Papua Barat Daya dalam rangka memasuki masa pensiun. Selain posisi di Papua, rotasi juga terjadi di Polda Aceh. Polda Aceh kini dipimpin oleh Brigjen Pol. Ruddi Setiawan, menggantikan Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah yang juga pensiun.

Nama Audie Latuheru bukanlah wajah baru di tanah Papua. Ia lahir dan besar di Merauke, tepatnya di Kampung Onggaya, Distrik Naukenjerai. Sebagai putra daerah, kehadirannya diharapkan mampu membawa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih kondusif di wilayah Papua Barat Daya. Audie kecil menempuh pendidikan dasar di SD Inpres Kaimana, lalu melanjutkan ke jenjang SMP dan SMA Negeri di Merauke.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996 ini memulai kariernya sejak 1997. Sebelum ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat Daya, ia bertugas di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri sebagai Kepala Diklat Spesialisasi dan Jatrans (Kadiklatsusjatrans). Jejak kariernya cukup panjang dan beragam, terutama di lingkungan Polda Metro Jaya.

Pada 2010, Audie menjabat sebagai Kanit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Salah satu kasus besar yang pernah ia tangani adalah pembunuhan direktur BUMN, Nasrudin, yang melibatkan mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Kariernya terus menanjak. Ia pernah menjabat sebagai Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya (2012), Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2013), Kapolsek Metro Setiabudi (2014), dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan (2015).

Pada 2016, Audie dipercaya memimpin Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Puncak kariernya di Jakarta terjadi saat ia menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat pada 2019. Setelah itu, ia ditarik ke tingkat pusat sebagai Kabagjatinter Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri. Di posisi inilah namanya semakin dikenal karena sejumlah keberhasilan memburu buronan lintas negara.

Audie Latuheru tercatat sukses menangkap Alie Guo, mantan Wali Kota Bamban, Filipina, yang masuk dalam daftar buronan Interpol. Ia juga mewakili Polri menerima penghargaan dari pemerintah Thailand setelah berhasil menangkap Chaowalit Thongduang, buron nomor satu di Negeri Gajah Putih. Thongduang ditangkap oleh Audie dan timnya di Bali pada 25 Mei 2024. Tidak hanya itu, ia juga membawa pulang Christoper Steffanus Budianto dari Thailand, buronan kasus penggelapan mobil milik artis Jessica Iskandar.

Di luar kemampuannya sebagai penyidik, Audie Latuheru dikenal sebagai polisi serba bisa. Ia tidak hanya mahir memegang senjata api, tetapi juga seorang pilot yang mampu menerbangkan pesawat dan seorang penerjun payung andal. Ada cerita menarik yang melekat padanya. Pada Juli 2016, pesawat Cessna 152 yang ia terbangkan seorang diri mengalami kecelakaan. Pesawat itu menabrak gunung sebelum mendarat di landasan Lapangan Terbang Banding Agung, Desa Air Rupik, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan.

Beruntung, Audie tidak mengalami cedera. Konon, ia bahkan langsung melakukan aktivitas lari sore di lapangan Mako Polres OKU Timur setelah pesawatnya jatuh. Sebagai penerjun, Audie telah menorehkan banyak prestasi. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua II Komite Terjun Payung Nasional Indonesia dan pernah memimpin kontingen Indonesia ke kejuaraan internasional di Dubai, Malaysia, dan negara lainnya.

Pada peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun 2024, Audie dipercaya membawakan bendera dengan terjun dari ketinggian. Ia juga aktif tampil dalam berbagai event nasional di depan presiden, sejak era Susilo Bambang Yudhoyono hingga Joko Widodo. Saat masih menjabat Kapolsek Setiabudi, Audie pernah menyelamatkan seseorang yang hendak bunuh diri di atas JPO Semanggi. Perwira kelahiran 24 Januari 1972 ini juga pernah memimpin Satgas Kemanusiaan saat gempa bumi melanda Turki pada tahun 2023. Di luar tugas formal, ia dikenal sangat dekat dengan mahasiswa-mahasiswa Papua yang berkuliah di Jakarta dan sekitarnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags