Memasuki hari ke-66 operasional penyelenggaraan ibadah haji atau hari ke-26 masa pemulangan gelombang kedua, sebanyak 86 persen jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Air. Proses pemulangan bertahap ini berlangsung sejak 1 Juni 2026.
Jurnalis Metro TV, Mahmud Fauzi, dalam tayangan Prioritas Indonesia, Jumat 26 Juni 2026, menyampaikan bahwa kepulangan lebih dari 220 ribu jemaah dilakukan secara bertahap selama 30 hari, yakni dari 1 Juni hingga 30 Juni mendatang. "Jika diakumulasikan dengan keseluruhan total jemaah haji Indonesia, saat ini tercatat sudah ada sebanyak 86 persen jemaah haji Indonesia yang telah kembali ke Tanah Air," ujarnya.
Pemulangan jemaah haji gelombang kedua dari Tanah Suci masih terus berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Mahmud merinci, dari total 527 kloter jemaah haji Indonesia, sebanyak 456 kloter atau lebih dari 176.182 jemaah telah dipulangkan dari Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz di Madinah menuju berbagai debarkasi di Indonesia.
Pada hari yang sama, dijadwalkan 22 kloter atau sekitar 7.500 jemaah haji Indonesia akan diberangkatkan dari bandara yang sama menuju Tanah Air. "Saat ini 14 persen jemaah atau sekitar 20 ribu jemaah masih berada di Kota Madinah untuk menunggu jadwal kepulangan ke Tanah Air," kata Mahmud.
Dari pantauan di area Masjid Nabawi, hotel, dan bandara, seluruh proses pemulangan berjalan relatif aman, lancar, dan tertib. Mahmud juga sempat berbincang dengan sejumlah jemaah secara acak. "Mayoritas jemaah haji Indonesia ini mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji tahun ini," ungkapnya.
Beberapa layanan mendapat apresiasi tertinggi. Pertama, layanan akomodasi. Hampir seluruh hotel jemaah di Madinah berada di area Markaziyah, yakni ring satu atau area terdekat dengan Masjid Nabawi. Jarak yang sangat dekat ini dinilai memudahkan jemaah saat beribadah. Kedua, layanan konsumsi. Tahun ini, makanan yang disajikan memiliki cita rasa nusantara sehingga jemaah tidak perlu beradaptasi dengan hidangan khas Arab Saudi. Pembagian konsumsi dinilai tepat waktu dan sesuai kandungan gizi.
Layanan lain yang diapresiasi mencakup pelayanan disabilitas dan lansia. Menurut para jemaah, petugas dinilai sangat baik dan sopan selama memberikan layanan di Madinah dan Makkah.
Artikel Terkait
Ibu Kandung di Tangerang Jual Anak 12 Tahun ke Pria 46 Tahun untuk Dinikahi Siri karena Utang Bank Keliling
Prabowo Dorong Akademisi Ciptakan Inovasi, Pertanyakan Kemandirian Sektor Strategis Indonesia
Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Parade Tenun Atambua sebagai Penggerak Ekonomi dan Pariwisata Daerah
Menkeu Gelontorkan Rp 100 Triliun Dana SAL ke Bank BUMN untuk Atasi Kekeringan Likuiditas