Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, memperketat pengawasan di sejumlah objek wisata pantai selama libur sekolah. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kecelakaan laut sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menghabiskan waktu liburan di pesisir.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mengoptimalkan pengawasan. “Kami mengajak BPBD untuk membangun posko pantau di pantai selama libur sekolah. Alhamdulillah, BPBD langsung respons dan siap,” ujarnya, Jumat, 26 Juni 2026.
Pengawasan akan menyisir kawasan pantai sepanjang sembilan kilometer di Kota Mataram. Rencananya, kegiatan ini akan diawali dengan apel siaga yang melibatkan Dinas Pariwisata, BPBD, serta camat dan lurah di wilayah pesisir pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Satu posko pantau sementara akan didirikan di Pantai Loang Baloq, yang selama ini menjadi destinasi favorit warga untuk bersantai dan mandi di laut. Untuk titik wisata lain seperti Pantai Gading, Tanjung Karang, Pantai Ampenan, hingga Pantai Pure Segare, pengawasan akan dilakukan secara mobile. Personel akan berkeliling menggunakan kendaraan dan tetap berkoordinasi dengan camat serta lurah setempat.
“Pemantauan kami fokus dan optimalkan pada akhir pekan, terutama mengawasi anak-anak yang berenang di pantai,” ungkap Cahya.
Ia memprediksi jumlah pengunjung akan melonjak signifikan selama libur sekolah, khususnya di akhir pekan. Jika di luar musim libur kunjungan mencapai sekitar 1.000 orang per akhir pekan, saat libur sekolah angka itu diperkirakan bisa menembus 2.000 orang. “Karena yang berkunjung bukan hanya warga Kota Mataram, tapi juga banyak dari luar kota,” katanya.
Dengan keterbatasan personel yang dimiliki Dinas Pariwisata dan BPBD, Cahya juga mengimbau orang tua untuk turut aktif mengawasi anak-anak mereka saat bermain atau mandi di pantai. Menurutnya, pengawasan orang tua sangat krusial untuk mencegah kecelakaan seperti tenggelam. Lingkungan perairan memiliki risiko tinggi, dan anak-anak harus selalu berada dalam jangkauan pandangan orang tua tanpa gangguan.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Pabrik Pil Koplo di Gudang Pakan Ternak Semarang dan Jakarta, Empat Tersangka Ditangkap
Uruguay Vs Spanyol: Laga Penentu Nasib Grup H, Ujian Berat Lamine Yamal
Polri Temukan 15 Perusahaan Jadi Sponsor WNA Pengelola Judi Online di Jakarta
BYD M6 vs Wuling Darion EV: Perbandingan Biaya Isi Daya MPV Listrik di Rumah