Inggris bersiap menghadapi gelombang panas yang diprediksi memecahkan rekor. Ratusan sekolah memutuskan tutup lebih awal untuk dua hari ke depan, sementara perusahaan kereta api mengurangi sejumlah layanan.
Kantor meteorologi Inggris telah mengeluarkan peringatan panas merah yang sangat langka hanya pernah dikeluarkan sekali sebelumnya untuk Rabu dan Kamis. Suhu diperkirakan melonjak hingga 40 derajat Celsius, angka yang belum pernah terjadi untuk waktu tahun ini.
Peringatan ekstrem ini mencakup sebagian wilayah Inggris tengah dan selatan, termasuk London dan Birmingham, dua kota terbesar di negeri itu.
Rekor suhu bulan Juni sebesar 35,6 derajat Celsius yang ditetapkan pada 1976 kemungkinan besar sudah terpecahkan pada Selasa. Kantor meteorologi memperkirakan suhu di Inggris selatan naik hingga 37 derajat Celsius.
“Melihat suhu seperti ini di Inggris pada bulan Juni sangat mengkhawatirkan,” kata kepala ilmuwan kantor meteorologi, Stephen Belcher.
“Perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia telah membuat peristiwa seperti ini lebih mungkin terjadi dan lebih intens,” tambahnya, menggemakan peringatan yang dikeluarkan para ilmuwan di seluruh dunia.
Para ahli iklim berulang kali mengingatkan pemerintah bahwa Inggris belum siap menghadapi musim panas yang lebih hangat. Menurut perhitungan BBC, setidaknya 300 sekolah berencana tutup sebagian atau seluruhnya pada Selasa dan akhir pekan ini.
“Hampir setiap sekolah di seluruh Inggris harus melakukan beberapa bentuk adaptasi minggu ini mengingat panas ekstrem,” kata James Bowen, asisten sekretaris jenderal di Asosiasi Kepala Sekolah Nasional.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Tersangka Penyekapan dan Penganiayaan Sadis di Bandung, Ditahan di Sel Khusus
SIM Keliling Polda Metro Jaya Buka di Lima Titik Hari Ini, Perpanjang SIM A dan C dengan Biaya Rp75 Ribu-Rp80 Ribu
Deddy Sitorus Kritik AHY: Jangan Menghasut PDIP Soal Sikap Politik di Luar Pemerintahan
Indonesia Juara Umum World Para Athletics Grand Prix 2026, Targetkan Tiket Asian Para Games