Bappenas: Program Ketahanan Pangan Imipas Berkontribusi Langsung pada Target Nasional RPJMN

- Selasa, 23 Juni 2026 | 21:15 WIB
Bappenas: Program Ketahanan Pangan Imipas Berkontribusi Langsung pada Target Nasional RPJMN

Program ketahanan pangan yang dijalankan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dinilai tidak sekadar menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pencapaian target pembangunan nasional. Kontribusi ini terlihat dari keterkaitan program tersebut dengan sejumlah indikator dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas, Jarot Indarto, menyampaikan hal itu dalam Forum Group Discussion (FGD) Ketahanan Pangan di Kemenimipas yang disiarkan melalui YouTube, Selasa (23/6/2026). Ia menjelaskan bahwa struktur swasembada pangan dalam RPJMN memuat beberapa indikator yang harus dicapai hingga akhir tahun 2029.

“Ada indikator indeks ketahanan pangan sampai dengan indeks kesejahteraan petani yang paling akhir. Ini merupakan indikator pembangunan nasional yang perlu dicapai,” ujarnya mengawali pemaparan.

Jarot kemudian mengaitkan program di lingkungan Imipas dengan target nasional tersebut. Menurutnya, produksi di lahan-lahan yang dikelola oleh pemasyarakatan dapat menjadi kontribusi langsung terhadap indikator-indikator itu.

“Apa kaitannya dengan Bapak/Ibu? Akan sangat baik mengaitkan apa yang dilaksanakan Imipas untuk memberikan kontribusi ke dalam indikator nasional itu, bagaimana keterkaitan kuat produksi di lahan masing-masing, dengan indeks ketahanan pangan misalnya dengan pola pangan harapan, baik ketersediaan maupun konsumsi dan sebagainya,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa program ketahanan pangan Imipas merupakan wujud kontribusi nyata terhadap rencana pembangunan jangka menengah nasional. “Sehingga konteksnya akan lebih kuat bahwa yang kita lakukan adalah dalam rangka mendukung penuh dan kontribusi nyata terhadap rencana pembangunan jangka menengah nasional,” kata Jarot.

Meski demikian, Jarot memberikan sejumlah catatan agar program ini dapat berjalan lebih baik. Salah satu usulannya adalah agar Imipas fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Kami ada beberapa catatan, intinya adalah mungkin narasi besarnya bahwa kegiatan ini dalam rangka memperkuat tugas dan fungsi utama dari Imipas. Apa yang bisa kita fokuskan? Kami usulkan ada beberapa, pertama di SDM, terkait SDA, lahan merupakan sumber daya sangat potensial dikembangkan di Imipas,” ucapnya.

Ia mengungkapkan bahwa dalam poin SDM ini terdapat sejumlah turunan, seperti pemenuhan pangan dan gizi bagi warga binaan, penguatan keterampilan, serta aspek psikologi. Menurut Jarot, aktivitas pertanian dapat memperbaiki kondisi psikologis warga binaan.

“Aktivitas pertanian bisa memperbaiki psikologi warga binaan, sehingga warga nanti akan lebih mudah dilakukan pembinaan, dan mereka akan siap setelah mereka keluar,” ucap Jarot.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar