Jepang Hapus Formulir Bea Cukai Kertas di Bandara, Targetkan Sistem Digital Penuh pada 2030

- Selasa, 23 Juni 2026 | 22:15 WIB
Jepang Hapus Formulir Bea Cukai Kertas di Bandara, Targetkan Sistem Digital Penuh pada 2030

Pemerintah Jepang memutuskan untuk meninggalkan formulir bea cukai berbasis kertas di seluruh bandara dan beralih ke sistem digital penuh pada tahun 2030. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses kedatangan wisatawan asing yang jumlahnya terus melonjak.

Kebijakan tersebut, sebagaimana dilaporkan harian Yomiuri Shimbun, akan dimasukkan ke dalam dokumen “Customs Medium-to-Long-Term Vision 2030” yang tengah disusun pemerintah. Saat ini, setiap penumpang yang tiba di Jepang termasuk warga negara Jepang sendiri masih diwajibkan mengisi formulir deklarasi barang bawaan. Meskipun sistem deklarasi elektronik melalui ponsel pintar sudah tersedia, hampir separuh penumpang masih memilih formulir kertas. Akibatnya, antrean panjang kerap terjadi di area bea cukai.

Untuk mengurai kemacetan itu, pemerintah berencana memperluas penggunaan terminal deklarasi elektronik di berbagai bandara. Opsi pembayaran non-tunai bagi penumpang yang dikenakan bea masuk juga akan ditambah. Target akhir dari transformasi ini adalah menghadirkan sistem walk-through, yang memungkinkan pelancong melewati pemeriksaan bea cukai tanpa harus berhenti di loket layanan.

Langkah digitalisasi ini tidak bisa dilepaskan dari lonjakan jumlah wisatawan asing dalam beberapa tahun terakhir. Data Organisasi Pariwisata Nasional Jepang mencatat, kunjungan wisatawan asing mencapai rekor 42,68 juta orang sepanjang 2025. Pemerintah Jepang menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 60 juta wisatawan per tahun pada 2030. Dengan pertumbuhan secepat itu, prosedur masuk di bandara dinilai berpotensi menjadi hambatan serius jika kapasitas pelayanan tidak ditingkatkan.

Kebijakan ini diperkirakan akan berdampak signifikan bagi wisatawan asal Korea Selatan, yang merupakan kelompok pengunjung terbesar ke Jepang. Pada Januari lalu, dari total 3,59 juta wisatawan asing yang datang, sekitar 1,17 juta di antaranya berasal dari Korea Selatan.

Di sisi lain, Jepang juga bersiap memperketat pengawasan kargo udara. Pemerintah akan membangun pusat inspeksi kargo khusus di bandara-bandara utama, seperti Narita International Airport dan Kansai International Airport, pada awal dekade 2030-an. Pemeriksaan menggunakan sinar-X yang selama ini hanya diterapkan pada sebagian paket kecil akan diperluas hingga mencakup seluruh kiriman berukuran kecil.

Langkah ini diambil menyusul lonjakan perdagangan elektronik lintas negara. Jumlah pemeriksaan kargo impor di Jepang meningkat hampir lima kali lipat, dari sekitar 50 juta kasus pada 2019 menjadi 230 juta kasus pada 2025. Melalui kebijakan ini, Jepang berupaya mempercepat proses kedatangan wisatawan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap narkotika, barang palsu, barang terlarang, dan material berbahaya yang masuk melalui jalur kargo internasional.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar